SEMARANG,RPN – Tanggal 17 November 2022 di Ballroom RSD KRMT Wongsonegoro Semarang dilakukan pelantikan Pengurus Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) Wilayah Jawa Tengah masa bhakti 2022 – 2-26 oleh Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS selaku Ketua Umum Pengurus Pusat KREKI.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut antara lain penasehat KREKI Provinsi Jawa Tengah Prof. dr. Magdalena Sidhartani Zain, Sp.A(K) dan dr. Djoko Handojo, MSi.Med., SpB., SpB (K)Onk dan dari Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi JawaTengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng , Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng, Perkumpulan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Jateng, Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng, IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Jateng , PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Jateng, HAKLI (Himpunan Kesehatan Lingkungan Indonesia) Jateng dan beberapa organisasi sosial kemasyarakatan.

Dalam sambutannya Dr. dr. Yulianto Prabowo, MKes Ketua KREKI Provinsi Jawa Tengah antara lain mengatakan bahwa setelah acara pelantikan akan segera disusul dengan pembentukan cabang – cabang KREKI di Jawa Tengah dan juga akan diadakan rapat kerja untuk membahas program kerja daerah yang diselaraskan dengan program kerja dari KREKI Pusat.

Sementara itu Dr. dr Supriyantoro, Sp.P, MARS selaku Ketua Umum Pengurus Pusat KREKI mengatakan bahwa kepengurusan KREKI di Jawa Tengah ini adalah kepengurusan KREKI Provinsi yang kelima setelah Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Bali, dan Sumatera Utara.

“Kerja KREKI ini termasuk bagian dari pengabdian masyarakat karena titik sasaran akhir KREKI adalah masyarakat,” kata Supriyantoro.

Selanjutnya Supriyantoro juga memaparkan berbagai hal tentang peran masyarakat dalam penanggulangan gawat darurat kesehatan.

“Kecepatan dan ketepatan pemberian pertolongan gawat darurat kepada korban oleh masyarakat sangat diperlukan. Untuk itu diperlukan sistim dan pengorganisasian yang mengintegrasikan antara keberadaan masyarakat yang membutuhkan pertolongan/ korban dengan relawan yang minimal sudah tersertifikasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk memberikan pertolongan gawat darurat dengan cepat dan tepat.” lanjutnya.

Baca Juga :  Takmir Masjid, Marbot dan Guru Ngaji Dapat Sembako Dari Polres Demak

“Pembekalan Bantuan Hidup Dasar yang akan diikuti relawan antara lain tentang teknik menolong orang dengan henti jantung, tersedak benda asing, tersengat petir dan listrik, tenggelam, cara pengangkutan korban dan pembidaian, “ papar Supriyantoro.

Di akhir paparannya Dr. dr Supriyantoro, Sp.P, MARS menerangkan bahwa Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) adalah wadah perkumpulan bagi para relawan emergensi kesehatan yang berbasis aplikasi teknologi informasi. KREKI didirikan bertepatan dengan Hari Relawan Sedunia pada tanggal 5 Desember 2018 di Jakarta, Indonesia.

Sedangkan tujuan KREKI adalah mendukung program SPGDT, dalam meningkatkan mutu dan kecepatan pertolongan pertama terhadap penanganan gawat darurat oleh masyarakat / orang yang terlatih dan terdekat berbasis aplikasi teknologi informasi.

“Kompeten, Responsif, Empati , Komunikatif, Inovatif demikian Motto dari KREKI, ” demikian dr Supriyantoro menutup sambutannya. (Sanki W)

 13 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of