Sumenep,RPN-Imbas viralnya informasi terkait penggerebekan terhadap oknum guru yang menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama seorang wanita di kamar hotel yang berada dijalan Trunojoyo, Sumenep, Aktivis Sumenep geram.

Aktivis asal kecamatan Lenteng, Syaiful Bahri menilai perilaku sebagai abdi negara tersebut telah mencoreng marwah pejabat dilingkungan Pemkab Sumenep, dan menurutnya perlu dibina dengan baik oleh dinas terkait maupun inspektorat setempat.

Menurut Syaiful yang juga Ketua umum dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sidik, apabila hal tersebut dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan kedepan akan ada kejadian serupa di bumi Sumenep.

“Seorang pendidik juga harus bermoral. Kalau berada didalam kamar hotel berdua dengan perempuan lain jenis yang bukan mahramnya (istrinya,red) mau ngapain coba, meskipun masih berpakaian lengkap,” terang Syaiful Bahri kepada media RPN lewat aplikasi WhatsAppnya pada Selasa(20/09/2022).

“Yang jelas, kami berharap dengan hormat kepada dinas terkait dan inspektorat agar serius menangani persoalan ini. mengingat hal tersebut sudah jelas sumpah/janji dan aturan ASN,” ujarnya.

Pemuda yang kerap dipanggil Ipung juga memaparkan terkait dugaan perselingkuhan bagi aparatur sipil negara sudah jelas tertuang dalam PP nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin PNS.

“Disana sudah terang dan jelas jenis jenis hukuman disiplin berat yang akan dijatuhkan kepada ASN nakal seperti:
Pertama Penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan., Kedua Pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan., Dan Ketiga Pemberhentian Dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Sumenep melalui Kabid Pembinaan dan Ketenagaan, Drs. Sunarto,M.Pd., mengatakan bahwa pihaknya waktu kejadian sempat menemui oknum tersebut.

“Waktu itu hanya sebatas klarifikasi saja mas, dan memang benar adanya informasi tersebut,” kata kepala Bidang Kabid (Kabid) Pembinaan Ketenagaan, Drs. Sunarto,M.Pd., kepada media RPN pada Selasa(20/09/2022).

Baca Juga :  Ketua KAKI Geram, KPK Larang Meliput Penggeledahan Kasus Dugaan Korupsi di Bangkalan

Menurutnya, Oknum guru yang menyandang status ASN tersebut sekitar dua minggu terakhir ada di daratan.

“Selain menyoroti terkait penggerebekan nya, kami juga mempertanyakan terkait jam kewajibannya sebagai ASN di salah satu sekolah dasar di sana,” tambah sapaan akrab Narto.

Namun, saat disinggung apakah kasus tersebut akan dilimpahkan ke Inspektorat, Kabid Ketenagaan masih menunggu pembinaan dari kepala sekolah dan pengawas diwilayahnya.

“Saat ini kami masih menunggu pembinaan yang akan dilakukan oleh Kepala sekolah dan pengawas setempat. Insyaallah rencananya akan dilakukan pada Kamis ini, termasuk masalah kewajibannya tersebut. Ya, lihat saja selanjutnya setelah Kamis ini bagaimana.” pungkasnya. (Zain)

 13 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of