Amir Hamzah (Berkacamata) saat orasi di depan Kejari Bangkalan (dok.14/11/2021)

Bangkalan,RPN – Pasca ditetapkannya kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten Bangkalan yang sempat dihentikan oleh pihak Kejari pada tanggal 29/11/2021 lalu, kini LSM Gerbang Timur akan mengungkap kembali kasus tersebut.
Amir Hamzah sebagai ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerbang Timur merasa tidak puas dengan kebijakan seperti itu, karena menurutnya dikeluarkannya Surat Pemberhentian Perkara Pidana (SP3) itu seharusnya resmi secara tertulis bukan sekedar lisan. Selain itu Amir juga akan menagih janji Kajari Bangkalan yaitu Candra Saptaji, SH, MH yang telah menandatangani pernyataannya di atas materai pada tanggal 4/11/2021 pukul 14.00 WIB yang akan menyelesaikan kasus tersebut secepatnya.

Amir sapaannya menjelaskan, dugaan kasus korupsi yang sempat melenyapkan uang negara dengan puluhan milyar rupiah itu, pihaknya akan melaporkan kepada pihak KPK atau Aparat Penegak Hukum (APH) yang lebih tinggi dan harus terungkap siapa pelakunya.

” Kami sudah sepakat dalam waktu dekat kasus BUMD ini akan kami laporkan kepada KPK atau Satgas 53 bahkan nanti sampai ke Kejagung, karena saat ini KPK sudah ada sinyal baik untuk melaporkan hal itu ” Tegas orang nomor satu di Gerbang Timur itu.

Amir mengatakan, kasus BUMD ini dianggap sebuah permainan oleh Kejari Bangkalan dengan seenaknya mengeluarkan SP3 tanpa adanya surat resmi khusus. Menurutnya penanganan kasus ini harus lebih transparan dan tanpa adanya tendensi mengelabuhi masyarakat.

” Kalau memang kasus ini dihentikan dengan diSP3kan, kejari Bangkalan harusnya secara tertulis dan harus profesional dong atau bahkan diumumkan melalui media jangan asal-asalan begitu ” Paparnya kepada media. Rabu,(3/8)

Baca Juga :  Doa dan Istighosah Jelang Pelantikan Presiden dan Pilkades Serentak Di Kab. Mojokerto

Tidak hanya itu, dalam kaitannya Amir juga akan mengungkap kasus fee proyek yang saat ini dianggap mangkrak dan kasus-kasus lain menyangkut korupsi yang ada di Bangkalan. Dengan beberapa bukti yang telah dikantonginya, pihaknya akan membeberkan semuanya nanti di hadapan KPK atau APH yang lebih tinggi. Menurutnya hal itu dilakukan agar Bangkalan yang berslogan kota Dzikir dan Sholawat semestinya dapat terealisasi nyata pada kehidupan masyarakat.

” Saya sudah persiapkan data-data yang konkrit dan aktual untuk dibeberkan di depan penyidik KPK agar semua bentuk penyelewengan dan korupsi di Bangkalan dapat terungkap,” pungkasnya.(Robin)

 10 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of