Raden, jurnalis intensnews.co.id (korban kekerasan)

BANYUWANGI,Radarpostnasional.com – Komunitas Jurnalis Jawa Timur wilayah Banyuwangi (KJJT-BWI) mengecam palaku tindak kekerasan dan penganiyaan terhadap seorang jurnalis dari media online Intensnews.co.id, dan juga anggota KJJT-BWI Raden Teguh Firmansyah.

Menurut M Dhofir Munawar ketua KJJT-BWI menyampaikan kepada awak media, “Dari cerita anggota kami yaitu Raden, kejadian itu bermula saat dia mengendarai motor dan sesampainya di Jl. Gajah Mada, Penataban Kec. Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68422, Depan Pom Bensin Penataban, ia di pepet dan di berhentikan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, lalu menyerang dengan membabi buta,” kata Dhofir pada Rabu (03/8/2022).

M. Dhofir Munawar ketua KJJT-BWI

Lebih lanjut Dhofir, “Akibat kejadian itu, anggota kami (Raden) mengalami lebam dibagian kepala dan anggota badan lainnya, sementara itu, HP-nya juga hancur karena dibanting oknum tersebut.” tuturnya

Ketua KJJT-BWI tersebut juga menjelaskan bahwa motif pelaku diketahui. “Kalau terkait Motif pengeroyokan ini, nanti kita percayakan kepada rekan Polresta Banyuwangi.” Ucapnya.

Usai kejadian tindak kekerasan tersebut, Raden selaku korban mengatakan, “Atas kejadian ini, mungkin saya yang selalu getol menuli berita terkait minuman keras yang ada di Banyuwangi,” kata Raden yang juga Ketua Umum Aliansi Setia Nawaksara Indonesia (SNI) tersebut.

Terkait tindak kekerasan itu, KJJT-BWI menyatakan sikap mengecam aksi kekerasan, intimidasi dan pengeroyokan yang dilakukan terhadap korban. Selaku wartawan, Raden harus dilindungi UU Pers karena mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi.

“Kita meminta pihak kepolisian untuk melanjutkan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku, termasuk aturan pelanggaran kemerdekaan pers yang diatur dalam pasal 18 Ayat (1) UU Pers,” tegas Dhofir selaku Ketua KJJT-BWI.

Dalam waktu yang sama lowyers dari KJJT-BWI, Mujiono, SH.,MH., ikut berkomentar dan menghimbau kepada rekan jurnalis untuk tetap mempedomani UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta Pedoman Pemberitaan Media Siber dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Lalu, bagi pihak yang keberatan dengan pemberitaan media sebaiknya untuk menempuh mekanisme dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang UU Pers.

Baca Juga :  Proyek Irigasi HIPPA Mulya Desa Watesari Balong Bendo Sarat Kepentingan

“Kita menghimbau kepada semua pihak, bila keberatan dengan pemberitaan media, tempuh mekanisme hak jawab, hak koreksi dan pengaduan kepada Dewan Pers. Jangan menempuh jalan kekerasan dan tindakan lain yang melanggar kemerdekaan pers,” tukas Mujiono atau Aji sapaan akrabnya. (Taufiq)

 11 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of