Sumenep,RPN-Hiruk pikuk pemasangan CCTV (Closed Circuit Television) yang sempat beredar dibeberapa Group WhatsApp (WAG) terus menjadi perhatian khalayak ramai.

Pasalnya, masyarakat menilai bahwa pemasangan CCTV disejumlah titik yang ada dikabupaten Sumenep tersebut terkoneksi langsung dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Dimana, dalam sistem tersebut berimplementasi terhadap teknologi untuk mencatat pelanggaran – pelanggaran dalam berlalu lintas.

Nyatanya, keberadaan CCTV yang ada dikabupaten Sumenep tersebut sudah ada jauh sebelum aturan konsep E-Tilang itu ada, seperti yang disampaikan oleh Kapala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Ferdiansyah Tetrajaya,SH., saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya membenarkan adanya CCTV tersebut.

Ferdian menuturkan bahwa pemasangan CCTV disejumlah titik di kabupaten Sumenep sudah lama dilakukan oleh Kominfo Sumenep.”CCTV dibeberapa titik dikabupaten Sumenep sudah lama dipasang oleh Kominfo Sumenep, hanya untuk pemantauan,” terang Kadis Kominfo Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya,SH.,pada Rabu, 22 Juni 2022.

Namun, Disinggung apakah semua CCTV yang dipasang Kominfo tersebut terkoneksi dengan sistem E-Tilang Polres Sumenep, Ferdiansyah menyampaikan,” Tidak semuanya. Kita punya banyak tapi tidak semuanya digunakan oleh Polres, hanya sebagian saja mas.” Pungkasnya

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informatika, Chairul A.Hd., saat dikonfirmasi ditempat kerjanya. Chairul menyampaikan bahwa keberadaan CCTV dikabupaten Sumenep mencapai puluhan yang tersebar diberbagai berbagai titik.” Ya, sebenarnya tujuan utama dari keberadaan CCTV tersebut untuk memantau keadaan suatu wilayah tertentu sebagai wujud Bismillah Melayani,” kata Chairul A.Hd., saat dikonfirmasi media ini di tempat kerjanya,pada Rabu(22 Juni 2022).

“Karenanya, terkadang suatu tertentu ada kejadian Banjir, Kebakaran, Pencurian, dan lain sebagainya yang diharapkan dengan keberadaan CCTV ini mampu memberikan tindakan terkini yang nantinya akan disambungkan ke dari Dinas terkait,” imbuhnya

Baca Juga :  Pembentukan Destana di Desa Bareng disertai dengan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana

Dia menambahkan, beberapa CCTV tersebut tersebar dibeberapa titik vital dan pusat keramaian seperti Taman Bunga, Taman Tajamara, Perempatan, Terminal dan lainnya.

Menurutnya, selain CCTV, saat ini pusat layanan informasi Call center 112 juga dibantu oleh HT(Handy Talky), yang merupakan sebuah alat komunikasi yang bentuknya mirip dengan telepon genggam yang dapat mengkomunikasikan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio dan sering dipakai untuk komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap saat dan aktif selama 24 jam penuh.
“Sebagai wujud Tagline Bismillah Melayani, masyarakat sumenep bisa menghubungi call center 112 yang aktif 24 jam dan ini bebas pulsa ketika ada permasalahan seperti Banjir, Membutuhkan ambulan, pohon tumbang, bahkan kemarin ada serangan binatang (Kera) disalah satu pemukiman penduduk,” terangnya

“Dan keberadaan Call center 112 ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, karena sejak diluncurkan ini masih perdana di Madura, efektif dan edukatif.” Pungkasnya. (Zain)

 13 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of