Sumenep, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya merespon terkait dugaan kasus perselingkuhan yang dilakukan Direktur PD Sumekar bersama Janda asal Kepulauan.

Komisi ll DPRD Sumenep, H. Subaidi mengaku akan melakukan kroscek atas kebenaran kasus perselingkuhan itu. Dalam waktu dekat ia akan melakukan pemanggilan terhadap Direktur PD Sumekar.

“Kami akan dikroscek untuk memastikan kasusnya dan akan ditindak lanjuti dengan melakukan pemanggilan,” ungkapnya, Jumat, 13/05/2022.

Subaidi mengaku kejadian semacam ini membuat kalangan perwakilan rakyat jadi geram. Apalagi yang melakukan tindakan tidak senonoh ini adalah pejabat penting di Badan Usaha Milih Daerah (BUMD) Sumenep.

“Ini kan oknum pejabat penting di Badan Usah Milik Daerah (BUMD) memberikan contoh yang tidak baik. Kami sangat menyayangkan kejadian itu,” ujarnya.

Kerika ditanya soal sanksi yang akan diberikan jika terbukti melakukan perselingkuhan, Ketua Komisi II ini memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut dan akan memberikan rekomendasi jika yang bersangkutan diketahui benar melakukan perselingkuhan.

“Yang jelas akan ditindak lanjuti, pasti kami beri rekom untuk tahapan ke yang lain,” kata politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Perihal rekomendasi tersebut akan diberikan kepada siapa, dengan tegas ia menjawab akan memberikan ke Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. ” Rekom ya pasti kami berikan ke Bupati,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PD Sumekar berinisial MR, asal Desa Baban, Kecamatan Gapura, digerebek warga saat sedang berduaan bersama seorang perempuan di sebuah rumah kontrakan di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Perempuan tersebut berinisial FF, asal Dusun Tambak, Desa Laok Jang-Jang, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Sumenep. Informasinya, si perempuan ini berstatus janda.

Baca Juga :  Cafe Remang-Remang Yang di Jadikan Lokasi Praktek Prostitusi Ilegal Apalagi Beroperasi Bebas di Zaman Covid 19

Peristiwa penggerebekan tersebut bermula dari laporan salah satu warga kepada perangkat desa, bahwa ada pasangan bukan muhrim sedang sekamar di satu perumahan.

Mendapat laporan seperti itu, warga bersama perangkat desa dan Bhabinkamtibmas, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penggerebekan.

“Kejadiannya tadi malam sekira jam 22.00 WIB. Saya turun langsung dengan Bhabinsa dan masyarakat datang langsung ke lokasi di Perumahan Wiraraja dekat Terminal Baru Sumenep,” ungkap salah seorang warga setempat, pada Jumat, 06/04/2022 malam.

Setelah dilakukan penggerebekan, pasangan bukan muhrim tersebut dibawa ke rumah Kepala Desa Kolor, untuk dilakukan interogasi lebih lanjut.

“Hasilnya, pasangan laki-laki diketahui sudah punya istri dan anak, dan bekerja di salah satu BUMD di Sumenep. Sementara si perempuan, berstatus janda dan berasal dari kepulauan. Dan keduanya disanksi menandatangani pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya,” Pungkasnya. (Zain)

 9 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of