SEMARANG,Radarpostnasional.com – Setelah berhasil menggelar pagelaran wayang kulit berdurasi satu jam lakon Dewa Ruci dengan sinopsis bahasa Inggris beberapa waktu lalu dan mengelar pagelaran “kolosal” yang bertajuk Kenang Karya Ki Nartosabdho serta akan menggelar sarasehan.

Kebudayaan tanggal 1 Juni 2022 yang bebarengan dengan pagelaran wayang kulit satu jam dan Peringatan Hari Lahir Pancasila, Sobokartti pada tanggal 26 April 2022
menggelar sarasehan yang bertajuk Menggagas Pasar Seni Sobokartti.

Sarasehan yang dihadiri pengurus Perumpulan Vereneging Sobokartti Semarang, beberapa pemerhati budaya dan kesenian Semarang, beberapa Pengurus Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, beberapa Pengurus Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Provinsi Jawa Tengah, dan mahasiswa peduli kesenian Jawa menyepakati secara bulat akan mewujudkan Pasar Seni Sobokartti tahun 2022.

Dalam sambutan pembukaannya, Djamin Sutrisno selaku Ketua Perkumpulan Vereneging Sobokartti Semarang menyambut baik gagasan Pasar Seni Sobokartti dan mengharapkan gagasan tersebut dapat dan memperkuat Brand serta mempercepat terwujudnya visi Sobokartti sebagai barometer kesenian di kota Semarang.
Ketika membawakan materi yang berjudul Menggaras Pasar Seni Sobokartti, dr.Agung Sudarmanto, MM, Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) Kota Semarang memaparkan adanya potensi besar yang dimiliki Gedung Kesenian dan Cagar Budaya Sobokartti, yang apabila ditambah beberapa aktivitas dan pembenahan produk kesenian dan kebudayaan yang selama ini sudah ada, tidak saja akan menambah nilai seni dan budaya di kota Semarang, menambah destinasi seni budaya Kota Semarang dan dapat berimbas pada peningkatan pendapatan para seniman dan budayawannya.

Menurut Agung, pasar seni nanti pada awalnya dapat diisi dengan berbagai produk seni yang
diminati pengunjung baik turis domestik maupun mancanegara, seperti gantungan kunci
bentuk gunungan atau wayang, kaos bertuliskan Sobokartti atau gambar budayawan
kondang seperti Ki Nartosabdho , celengan gerabah bentuk wayang, gamelan mainan,
seruling, topeng, keris hingga batik Semarangan untuk cendera mata. Buku – buku dan
majalah tentang seni budaya, menurut Agung, dapat juga meramaikan pasar seni
disamping kaset/ lagu – lagu Jawa juga dapat disediakan. Selain itu juga dibuka pelayanan jasa seperti konsultasi tentang ritual berbagai upacara adat Jawa, konsultasi tentang sesaji, rias dan sebagainya.

Baca Juga :  Jam Operasional Pasar Rakyat Diberlakukan Di Demak, Polisi Turut Sosialisasi

“ Roti ganjel rel dan kuliner lain yang memiliki nilai sejarah dapat disajikan dalam pasar seni Sobokartti”, ujar Agung.(Sanki Wijaya)

 17 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of