JOMBANG,Radarpostnasional.com – Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Ketua DPRD Kabupaten Jombang H. Mas’ud Zuremi, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Senen, S.Sos, MSi telah menandatangani Komitmen Kabupaten Jombang Open Defecation Free (ODF) Akhir Tahun 2023.

Penandatanganan yang dilaksanakan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Jombang, Senin (6/12/2021) pagi, tersebut disaksikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemkab Jombang, Camat dan Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Jombang, serta Sanitarian Puskesmas Se-Kabupaten Jombang, dan Stakeholders Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya mengatakan bahwa Komitmen bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang ini berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, Pemerintah Pusat telah mentargetkan pembangunan sanitasi yaitu rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak sebesar 90% dan aman 15%, serta 0% perilaku masyarakat yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka atau biasa disebut dengan istilah Open Defecation Free (ODF).

Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangka percepatan pencapaian Target Sustainable Development Goal’s (SDG’s) ke 6 (enam), maka diperlukan upaya peningkatan akses sanitasi dasar yang memadai dan merata serta menghentikan praktik buang air besar di tempat terbuka (Open Defecation Free).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendukung Pemerintah Pusat dalam pencapaian target sanitasi dasar yang memadai dan merata melalui implementasi Nawa Bhakti Satya, Bhakti Ke 4 (empat), yaitu Jatim Akses. Melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 658/23106/023.3/2020 tanggal 16 Desember 2020 perihal upaya Percepatan Pencapaian Target Sanitasi Aman dan Layak Tahun 2024, maka diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota juga ikut berperan dalam mewujudkan hal tersebut.

Baca Juga :  Polres Malang Rumuskan Upaya Menekan Fatalitas Lakalantas Bersama Lintas Sektoral

Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang dalam mendukung Jatim Sanitasi Aman dan Layak Tahun 2024 antara lain :

-Memberikan dukungan regulasi secara berjenjang mulai tingkat Kabupaten sampai dengan desa di bidang sanitasi dalam rangka pencapaian target akses sanitasi aman dan layak di Kabupaten Jombang

  • Membangun kolaborasi dan penyadaran masyarakat antar perangkat daerah serta stakeholder sanitasi (Kodim, Asosiasi Profesi, Pihak Swasta, dan Lain-Lain) di Kabupaten Jombang. Sehingga Dinas Perumahan dan Permukiman membangun MCK bagi kalangan masyarakat miskin; Dinas Kesehatan melakukan pemicuan dan Desa Mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung Program ODF Tingkat Desa
  • Optimalisasi dan penguatan peran serta masyarakat yaitu gotong royong atau kerja bakti masal dalam upaya membangun jamban terhadap keluarga yang memiliki akses jamban.
  • Mengoptimalkan peran Puskesmas dalam upaya membantu menciptakan Desa/Kelurahan ODF
  • Meningkatkan jumlah Desa / Kelurahan / Kecamatan yang terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau sudah ODF (Open Defecation Free) menjadi sadar perilaku hyglene dan sanitasi secara total
  • Mengoptimalkan peran Pokja PPAS / AMPL / PKP di Kabupaten / Kota serta mensinergikan semua stakeholder dan program terkait wilayah masing-masing dalam rangka pencapaian target
  • Melaksanakan pelaporan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB) melalui Website https : monev.stbm.kemenkes.go.id.

“Penandatanganan Komitmen pada hari ini, akan ditindaklanjuti juga dengan Penandatanganan Komitmen di tingkat Kecamatan. Hal ini perlu dilakukan agar komitmen di tingkat Pemerintah Kabupaten juga dapat ditindaklanjuti di tingkat Pemerintahan Desa. Semoga dengan penandatanganan komitmen hari ini, kita dapat mewujudkan Jombang ODF akhir tahun 2023”, pungkas Bupati Jombang.

Danang Praptoko, ST, MT, Kepala Bappeda Kabupaten Jombang dalam laporannya menyampaikan bahwa Jombang harus ODF terlebih dahulu guna mendukung terwujudnya Jatim Sanitasi Aman dan Layak Tahun 2024.

Baca Juga :  Gebyar Vaksinasi Lansia, Kapolres Batu Bagikan Doorprize Sepeda Motor

“Sampai dengan tahun 2021 kinerja akses sanitasi di Kabupaten Jombang sebesar 94,73% (sembilan puluh empat koma tujuh tiga persen) dan masih harus menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk dapat mengejar kekurangan 5,27% (lima koma dua tujuh persen) nya sehingga target akses sanitasi dapat mencapai 100% (seratus persen)”, tutur Danang Praptoko Kepala Bappeda Kabupaten Jombang.

“Untuk kecamatan ODF, dari 21 (dua puluh satu) kecamatan yang ada di kabupaten Jombang, baru 5 (lima) kecamatan ODF yaitu Kecamatan Jombang, Kecamatan Perak, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Peterongan, dan Kecamatan gudo. Sehingga masih terdapat 16 (enam belas) Kecamatan lagi yang belum ODF, yang perlu kita dorong bersama untuk dapat menjadi Kecamatan ODF pada akhir tahun 2023.

Dari 302 desa dan 4 kelurahan di Kabupaten Jombang, baru terdapat 196 (seratus sembilan puluh enam) Desa ODF atau 64,05% (enam puluh empat koma nol lima persen) dan menyisakan 110 (seratus sepuluh) desa yang belum ODF atau sebesar 35,95% (tiga puluh lima koma sembilan lima persen) yang harus kita dorong bersama untuk ODF pada akhir tahun 2023″, pungkasnya.(seco)

 83 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of