Ilustrasi

SEMARANG,Radarpostnasional.com – Konferensi pengurus cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang ricuh hingga terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan 4 orang luka luka. Sangat disayangkan Lembaga HMI yang berintelektual tinggi harus berubah jadi premanisme hanya karena disusupi oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Dengan arogansinya mereka menyerang mahasiswa lain Seharusnya mereka bisa menjadi contoh buat masyarakat luas tidak bersifat seperti premanisme karena mereka di didik untuk menjadi tunas-tunas bangsa Indonesia yang beradab,” tuturnya.

Konfercab dilakukan di Kantor Sekertariatan Jalan Dewi Sartika Semarang, pada hari Jumat, (18/11/21) kemarin.

(MS) 45 keluarga Andrean salah satu korban pengeroyokan mengatakan ada beberapa mahasiswa yang menjadi keganasan mereka Muhammad Laude CS dari fakultas hukum universitas ternama di Semarang.

“LB mendapatkan serangan yang membabibuta sehingga wajahnya terluka parah LB yang fisiknya maaf cacat fisik di keroyok oleh mereka (mahasiswa lain) dari fakultas hukum universitas ternama di Semarang.

Muhammad Laude dan cs melukai Andrian dari fakultas polines yang mengakibatkan luka tusuk di lengan Andrian yang saat ini masih di rawat di RS yang ada di Semarang.

Seharusnya dari tiga tahun yang lalu diadakan konfercab akhirnya di munculkan karteker pengurus besar HMI ke Semarang tiga orang tersebut mursalim dari Ternate.Bima dari Gorontalo.arba dari makasar.tugas karteker adalah melaksanakan konferensi cabang Semarang membentuk kepanitiaan setelah panitia itu terbentuk maka di lakukan pelaksanaan pada hari Senin kemarin (22/11/21).

Awalnya regertrasi pleno 1 pleno 2 pleno 3 sampai menjelang pleno 4 pleno 4 itu mengenai tatip setelah itu pemilihan ketua dua kubu yang tadinya berjalan kondusif karena ada campur tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab diduga senior-senior sehingga terjadi pengeroyokan yang di lakukan oleh laude Alias projes mahasiswa universitas unisola Semarang kebetulan juga dia mantan pemilu raya badan eksekutif unisola.

Baca Juga :  Tragedi Kedung Ombo, Dua Orang Kembali Ditemukan Oleh Petugas Gabungan

Entah apa yang tersirat di benak mereka sehingga mempersiapkan beberapa saham (senjata tajam) berupa clurit dan satu sangkur yang di simbuyikan dibawah karpet sehingga terjadi bentrokan dan digunakan oleh laude untuk melukai andrian yang saat ini di rawat di RS di Semarang.

“Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat jam 03 : 00 (18/11/21) dan sudah kami laporkan bahkan sudah di kelar perkara di TKP oleh polisi,”pungkasnya. (Adi)

 17 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of