KUDUS | RadarPostNasional.com – Nama Kudus selalu lekat dalam ingatan yaitu Rokok Kudus, Kudus seakan sulit untuk dipisahkan dengan rokok, karena Kudus bisa dikatan kota pertama kali ada rokok. Sudah sejak jaman dulu dikenal tempatnya pabrik rokok hingga sekarang. Makanya Kota Kudus bisa dikatakan Kota Rokok Tertua.

Sekarang, seperti sejak dulu yang setiap  habis waktu subuh dan bumi masih gelap tampak para wanita beriringan berangkat ke pabrik dengan semangat, dimana sekarang ini telah diganti dengan sepeda motor yang dulu bersepeda, jaman sudah berubah dengan  berjalannya waktu.

Produk rokok sigaret kretek masih merupakan produk utama pabrik rokok di Kota Kudus sangat digemari meskipun sebagian pabrik juga memproduksi jenis rokok gabus (rokok filter) para rokok jenis kretek masih digemari dari berbaga tingkatan usia, makanya pabrik rokok di Kota Kudus tetap mempertahankan produk jenis rokok kreteknya.

Sementara itu, produksi rokok kretek juga sangat membantu masyarakat dari mengais  rejeki, ini faktanya puluhan ribu kaum wanita di Kota Kudus menggantungkan nasibnya sebagai buruh linting rokok kretek. Sedang di pemerintahan diuntungkan dari sektor masuk sumber pajak cukai.

Salah satu pabrik rokok di Kota Kudus yaitu PT.Maju Abadi Sigaret yang ada di jalan Jetak Kaliwungu Kota Kudus yang masih eksis dalam produksinya tetapi entah kemana produk penjulannnya beredar  di dalam negeri ini.

Awak media Radar Post  tidak dapat mengetahuinya karena sewaktu bertandang ke pabriknya untuk bertemu managernya telah dihadang oleh Satpamnya yang bernama Eko dengan dalih masih masa pandemi  dan sederet alasan yang intinya ‘Menghalang halangi tugas jurnalistik dan berkali – kali cuma menjawab ‘tidak tahu’.

Seharusnya yang berhak menjawab pertanyaan dari awak media adalah manager perusahaan bukan satpam kemana saja produknya dilempar kepasaran dan masih banyak pertanyaan  yang akan diajukan ke manager perusahaan.

Baca Juga :  Garjas Hari Kedua, Dandim 0719/Jepara Ikut Menjadi Peserta

Dari Kantor Bea Cukai awak media Radar Post Nasional menyatakan kalau izinnya pabrik itu masih ada sampai tahun 2021 ini karena harus diperbarui tiap tahunnya dan aturan Pita Cukai Rokok yang tidak terpakai harus dikembalikan karena pita cukai hanya berlaku 1 tahun, namun berikutnya berubah pita cukai lagi dan pita lama yang dikembalikan akan di hanguskan oleh Bea Cukai.

Pabrik rokok menurut dari pihak humas Bea Cukai Kabupaten Kudus terdapat 3 golongan yang dianggap golongan 1 perbatang dihitung cukai Rp 500,- sedangkan untuk perusahaan rokok golongan dua Rp 330,- perbatang. Untuk golongan 1 SKM per tahun produksi rokok lebih dari 3 miliyar batang sedangkan golongan 1 SKT per tahun produksi rokok lebih dari 2 miliyar batang.

Untuk saat ini sejak adanya PPKM Level 3 cenderung menurun produksi dikarenakan pengurangi biaya produksi rokok kretek maupun filter. (DIANA/TAWAR)

 9 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of