Bangkalan,Radarpostnasional.com – Aksi main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan  kembali menggegerkan Media Sosial (Medsos) kali ini yang membuat masyakat mengelus dada yaitu adanya  terduga pelaku pencurian motor yang dibakar  hidup -hidup, kejadian tersebut Dusun Rabesen, Desa Duwek Buter, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.

Dalam video yang beredar luas  berdurasi 43 detik tersebut hanya nampak kerangka sepeda motor sisa pembakaran dan menjadi sebuah tontonan warga disebuah pematang sawah, pada Selasa (05/10/2021).

Salah satu warga  sekitar yang namanya enggan dipublikasikan mengatakan, bahwa penduduk Dusun Rabesen memergoki dan menangkap basah maling motor yang tengah melakukan aksi pencurian.

Selain itu menurut warga tersebut ada 2 pelaku saat hendak melakukan pencurian sepeda motor, namun 1 pelaku berhasil kabur.

Mengetahui hal tersebut warga setempat menjadi geram karena terlalu sering didesanya terjadi aksi pencurian, sehingga  amarah warga tidak terbendung dan nekat membakarnya.

Namun sebelum melakukan pembakaran oleh massa warga setempat, salah satu penduduk sempat menghubungi Kepala Desa namun tidak ada di rumahnya.

“Ditangkap sekitar pukul 02.00 wib, dan dibakar oleh warga sekitar pukul 06.00 wib di sebuah pematang sawah,” Terangnya.

Sementara dari keterangan Kapolsek Kwanyar, Iptu Mansur saat dihubungi sejumlah media membenarkan adanya informasi pembakaran maling oleh warga Desa Duwek Buter.

“Infonya memang benar, kami masih melakukan penyelidikan di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Dilain tempat Nor Cholis ali SH.MH.  ketika dihubungi awak media ini menyayangkan atas sikap warga yang main hakim sendiri, apakah sudah hilang rasa kemanusian kepada masyarakat saat ini,  sehingga begitu tega membakar manusia apalagi dalam keadaan hidup, seharusnya  terduga pelaku pencurian kalau sudah ditangkap dan menyerah  wajib diserahkan kepada pihak berwajib, jangan dianiaya apalagi sampai di bakar, ujarnya.

Baca Juga :  Polsek Peterongan Adakan Jumat Berkah Di Pasar Tradisional Peterongan Jombang

Disinggung keluhan warga atas kerap terjadinya aksi pencurian di wilayah desa tersebut Nor Cholis  Ketua (AAN) Asosiasi Advokasi NKRI Se Madura yang juga Kepala divisi hukum (AJIB ) Asosiasi Jurnalistik  Independen Bangkalan ini menyatakan,  ketertiban umum dan keamanan berada pada pihak Kepolisian juga Muspika. Kalau di Desa  ujung tombaknya (Polsek) Kepolisian Sektor setempat dan Kades Kepala Desanya.

Dengan kejadian tersebut sudah selayak aparat kepolisian turun kebawah untuk melakukan Rasia Ketertiban atau Pemantauan maupun penyuluhan, lebih jelasnya  bisa ditanyakan ke pihak Polsek , apa kendalanya hingga wilayah hukumnya sering kebobolan  dan berujung  manusia dan motornya dibakar,jelasnya.
(BIN/AJIB)

 14 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of