WAYKANAN | radarpostnasiolan.com – Pembangunan draenase yang terletak di dusun 3 Kampung Banjar Agung Kecamatan Baradatu,Waykanan ini terlihat sangat aneh dalam pengerjaannya, pasalnya susunan batu yang disusun memanjang tidak memperhatikan ukuran volume panjang kali lebar kali tinggi hal ini diduga dimaksud untuk mempercepat pekerjaan dan untung besar dalam alokasi fisik Dana Desa (DD) tahun 2021 oleh oknum pekerja. Hal itu setelah di konfirmasi dilokasi kegiatan oleh Awak media Jum’at, 11/06/2021 lalu.

Pekerjaan sepanjang 272 Meter dengan total anggaran Rp 107.125.400,- ini rupanya tidak melibatkan satupun masyarakat Kampung Banjar Agung untuk memenuhi padat karya tunai yang masuk dalam aturan Kementrian Desa dimasa pandemi Covid-19 guna membantu perekonomian masyarakat di tengah masa sulit seperti yang dihadapi saat ini.

Menurut salah Nopi (satu tukang) mereka mengaku berasal dari Kampung Bumi Merapi, dan pekerjaan tersebut di borongkan per meter sebesar Rp 55.000 per meternya.

“Panjang nya 272 m, sampai seberang sana, nama saya Nopi dari Kampung Bumi Merapi, borong mas per meter lima puluh lima ribu per meter,” katanya saat dimintai keterangan oleh awak media.

Hal itu diduga pengerjaannya atas dasar perintah dari oknum Kepala Kampung Banjar Agung Muhajir untuk mendapatkan keuntungan besar, melakukan penyimpangan dan tidak mengikuti juknis yang seharusnya.

Atas dugaan penyimpangan dalam pembangunan draenase yang asal jadi tersebut, maka pihak terkait diharapkan dapat segera mengkroscek kelapangan dan menindak oknum kepala kampung yang diduga memperkaya diri dari alokasi DD milik masyarakat dan memberikan sanksi pengembalian dana atau sanksi lain apabila benar ditemukan penyimpangan di dalam pembangunan draenase sepanjang 272 Meter dengan menelan Anggaran lebih dari 100 juta tersebut.(TIEM)

 11 total views,  1 views today

Baca Juga :  Kades Huta Tinggi : Kesaksian Oskar Situmorang Tentang Saya adalah Bohong Dan Fitnah

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of