DEMAK | radarpostnasional – Rencana pembongkaran dan pembangunan pasar Gablok, Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Demak, Sabtu (12/6/21). Menjadi polemik para pedagang pasar yang berada di tanah Irigasi saluran bendungan Jeragung.
Menurut penuturan seorang warga yang memiliki usaha Elektronik di lokasi tersebut, Sukarno, warga dukuh Gablok, Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Demak, mengungkapkan, dengan adanya rencana pembangunan pasar Gablok ini, menjadi tanda tanya warga yang berada di lkkasi sekitar tanah irigasi ini.

“Kami semua menerima surat untuk mengosongkan lahan usaha kami dari Dinas terkait, tanpa adanya sosialisasi terhadap warga terlebih dahulu,” kata Sukarno.
Lanjut Sukarno, “Hal ini menjadi polemik semua para pedagang yang menempati lokasi tersebut. Pasalnya, surat edaran yang di berikan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah Kabupaten Demak, tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada pedagang”.

Senada dengan Sukarno, Sularno, satu dusun dengan Sukarno, mengatakan, hal tersebut memang benar, tidak ada sosialisasi kepada warga. Hal ini sangat disayangkan oleh para pedagang pasar di wilayah ini.

“Jadi kami tiba tiba diberikan surat untuk mengosongkan lahan tanpa ada pertemuan terlebih dahulu dengan kami,” ucapnya.

Ironisnya, kata Sularno, seharusnya pemberitahuan terlebih dahulu bukan langsung meminta kepada para pedagang untuk mengosongkan lahan kepada warga dengan mengirim surat tersebut sebanyak dua kali.

“Kita terima surat untuk mengosongkan lahan kami, sebanyak dua kali, terakhir kami menerima surat sosialisasi dari dinas, setelah adanya surat pengosongan lahan. Hal inikan sangat aneh bagi kami,” ungkapnya.

Dari data yang didapat dilokasi oleh media ini, pada tanggal 30 Maret 2021, warga menerima surat dari Dinas dengan no 511.2/558, untuk melakukan pengosongan lahan. Kemudian, pada tanggal 22 April 2021, Dinas mengeluarkan surat kedua dengan sifat penting, yang bernomor surat 511.2/723, untuk mengosongkan lahan tersebut.
Lalu pada tanggal 19 Mei 2021, dinas mengeluarkan surat undangan pertemuan dengan no 005/898, untuk sosiisasi rencana pembangunan pasar Gablok. Ketiga surat ini, terlihat rancu yang di terima warga. Sementara itu, kuasa Hukum warga, Agus Munif, S.H, M.K.N., menuturkan, dirinya sebagai kuasa hukum warga, melihat surat ini, merasa ada kejanggalan dari Dinas terkait. Hal ini tidak sesuai dengan prosedur yang dilakukan dalam rencana pengosongan lahan di pasar Gablok ini.

Baca Juga :  Polemik Istri Sekdes desa Pakondang, Pendamping Terkesan mulai Menghindar

“Hal ini sangat tidak prosedur yang dilakukan oleh dinas terkait, seharusnya menggunakan prosuder yang jelas dan benar. Ini tidak dilakukan, seharusnya dinas memberikan sosialisasi dan pertemua terlebih dahulu dengan warga, baru ada surat pengosongan lahan, ini tidak pengosongan dulu baru sosialisasi, inikan hal aneh,” ungkap Munif.

Setelah warga mendapatkan surat dari dinas yang kedua, kata Munif, ia langsung mengirim surat klarifikasi kepada Dinas terkait, namun hal itu hingga sekarang belum ada jawaban.

“Surat klarifikasi saya sebagai kuasa hukum warga tidak di jawab, malah dinas mengeluarkan surat undangan pertemuan dengan warga, ini hal yang sangat tidak masuk logika bagi saya,” tuturnya.

Munif juga menambahkan, undangan pertemuan dengan warga pada tanggal tersebut, dibatalkan karena adanya pelantikkan Bupati dan Wakil Bupati Demak pada tanggal 19 Mei 2021. Bahkan hingga sekarang pertemuan dan surat klarifikasinya belum dilakukan oleh dinas terkait. Sampai berita ini di naikkan pihak Dindagkop belum bisa di konfirmasi karena Demak zona merah saat ini. di Kabupaten Demak dan sekitarnya terus di semprot dengan berbagai obat pembasmi covit19, pungkasnya. (ADI)

 12 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of