DEMAK | radarpostnasional.com – Peristiwa candaan sepulang sekolah murid-maurid SD Diponegoro Mranggen Demak yang sempat viral di Sosmet Facebook, banyak Netizen yang perprasangka buruk pada SD tersebut, hal itu dibantah pihak sekolahan.

Menurut Ahmad Muthohar S.Ag.Kepala sekolah SD Diponegoro pada Radar Post Nasional mengatakan bahwa, “Unggahan di sosmet Facebook tersebut tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi dan itu sangat kita sayangkan kenapa langsung dimuat di facebook (FB) seharusnya datang ke sekolahan biar tidak menjadi buming di kalangan Netizen. Banyak dari para Netizen yang berprasangka buruk kepada sekolahan khususnya kami-kami ini sebagai pengajar/pendidik,” ujarnya.

Ahmad Muthohar S.Ag. selanjutnya mengatakan, “makanya kami tadi sudah komunikasikan kepada orang tua siswa dan dia minta maaf dengan adanya Netizen yang berkomentar negatif terhadap kami, sebetulnya kejadian itu hanya sepele saja, biasa anak-anak kalau pulang sekolah pada bercanda mungkin ada yang bercanda dengan lempar-lemparan batu terkena Akbar pas di bibir dan mengeluarkan darah itu pun langsung di bawa ke RS. Pelita Anugrah yang tidak jauh dari sekolahan tersebut,” sambungnya.

Ia juga mengatakan, “yang mengurusi di RS juga dari bapak anak yang nglempar batu itu, artinya kan ada rasa tanggung jawab atas kejadian tersebut orang tua anak tersebut tidak lari dari tanggung jawab, walau hanya terkena batu tidak terlalu parah hanya lebam sedikit kok mas,” ucapnya.

“Ya mungkin karena anak Akbar ini jarang ketemu ayahnya yang bekerja di luar daerah kerja di Lampung saya rasa kurang perhatian dari orang tuanya,” sambungnya.

Sementara, menurut Tutik Sri Hastutik, S.Pd. guru kelas VI yang selalu aktif memantau anak didiknya bahkan tidak henti-hentinya selalu memberikan motifasi dan arahan yang terbaik. “Saya selalu pulang terakhir mas karena saya yang membawa kunci sekolahan ini. Guru sekaligus penjaga sekolahan. Dan anak-anak pun kalau pulang saya antar sampai di pintu gerbang jadi biar saya tau siapa saja yang di jemput oleh orang tua. Dan anak Akbar ini memang tidak ada yang menjemput karena orang tua anak Akbar kerja di luar Jawa,” ucapnya.

Baca Juga :  Peresmian Sekretariat IKA PIMNAS dan Rakor Evaluasi Penyelenggaraan PKN Tingkat II

Harapan Ahmad Muthohar.S.Ag selaku Kepala Sekolah SD Diponegoro ( sekolah SD Islam ) mengatakan “Dikemudian hari tidak ada lagi orang tua murid bila ada permasalahan jangan di unggah di facebook agar para Netizen tidak salah persepsi karena akan merugikan pihak sekolah atau mencemarkan nama baik sekolahan ini. Padahal Berita yang di facebook (FB) tidak sesuai dengan kenyataan yang ada,” ujarnya.

Ahmad Muthohar. S.Ag. menambahkan “Karena bapaknya Akbar itu kerja di luar jawa. Saya pun menyadari sebagai orang tua pasti kaget mendengar anaknya sampai di RS Pelita Anugrah Mranggen. Dan kami sudah konfirmasi sama orang tuanya Akbar dan dia minta maaf dengan adanya unggahan di FB nya itu yang membuat para Netizen rame-rame memberikan komentar-komentar yang miring tentang adanya facebook tersebut,” pungkasnya. (ADI)

 16 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of