GROBOGAN,RPN – Saat ditemui di desa latak para petani mengeluh dengan mahalnya pupuk bersubsidi di desa latak.

Menurut para petani yang namanya tidak mau dijelaskan secara rinci sebut saja (R) 55 salah satu warga desa latak dan beberapa warga yang sempat di temui awak media di sebuah warung kopi mengatakan, kalau ini nantinya masuk T.V mungkin pak bambang benci saya, tapi memang seperti itu kenyataan yang sebenarnya, yang menjadi pertanyaan para warga kenapa harga pupuk selalu naik? 15 hari yang lalu harga pupuk Rp 140 ribu rupiah sekarang/ hari ini Sabtu 22 Mey 2021 harga menjadi Rp 165 Ribu rupiah kami para petani sebetulnya merasa berat tapi kalau tidak dibeli ya tanaman kami tidak bisa maksimal.

“menurut warga yang lain mengiyakan sulitnya pupuk di desa Latak kecamatan Godong ini tetapi kalau mau dengan harga yang lebih mahal itu ada, ucap salah satu warga yang menirukan omongan yang punya kios pupuk. Untuk pupuk merk orea saja harganya Rp 135. Ribu rupiah untuk pupuk merk pushka Rp 140 Ribu rupiah dan pupuk TS dengan harga yang sangat mahal ya itu mencapai Rp 280 Ribu rupiah.

Padahal harga pupuk TS pada tahun yang lalu itu kisaran Rp 150 ribu rupiah sekarang kok harganya mencapai hampir 300 Ribu kami serba sulit kalau tidak di pupuk tanaman pagi kami hasilnya tidak bisa bagus/maksimal, ucap para petani desa Latak kecamatan Godong.

Bagi yang punya duit bisa beli pupuk tapi kalau yang tidak punya duit ya sudah bisa dipastikan hasil padi yang akan dipanin tidak sesuai harapan patani yang tidak bisa beli pupuk yang bagus menurut petani.

Baca Juga :  KPU Sumenep Meloloskan Anggota PPK Talango Di Soal Dari LSM Topan

Lelangan sawah saja sudah mahal ditambah pupuk mahal apakah bisa nutupi modal kami kata petani desa latak.AS.SWD.dan SRY. kalau dengan harga yang mahal pasti ada barangnya seperti itu mas, ucap mereka.

Saat di temui di rumahnya ( penjual pupuk) Bambang tidak ada di rumahnya hanya istrinya yang nemui dan memberikan statement prihal adanya warga yang kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Hartatik istri Bambang menjelaskan kepada awak media yang mencoba mencari informasi sulitnya para petani mendapatkan pupuk bersubsidi.

Memperlihatkan pupuk yang ada di belakang/samping rumahnya. Memang ada berbagai merek pupuk ada yang non subsidi ada yang subsidi . subsidi saya jual dengan harga 120 Ribu rupiah kalau saya paketin saya jual 140 Ribu rupiah. Saat di tanya pupuk yang harga 280 saya tidak pernah menjual pupuk dengan harga 280 Ribu rupiah. Ini berbeda dengan cerita petani yang sempat di wawancarai sebelum ketemu Hartati.

memang ada mas saya juga bilang sama mereka kalau mau harganya agak mahal saya ambil kan karena tempatnya agak jauh, ucapnya.

Dan saya juga tidak pernah menjual harga yang pupuk seharga 165 Ribu rupiah. Lagi-lagi ini berbeda dengan cerita petani yang sempat memberikan keterangan kepada wartawan di desa latak kecamatan godong kabupaten Grobogan. Menurut Hartati memang setiap ada yang beli pupuk saya campurkan dengan pupuk organik karena ini juga intruksi dari pusat harus menjualkan pupuk organik tersebut itu kan satu paket.kalau pupuk organik itu tidak dijual saya rugi mas setiap saya dapat kiriman pasti ada pupuk organiknya makanya yang ini juga harus kejual menurut Hartati.

Saya dulu tim suksesnya Bu Sri ( bupati Grobogan)dari tahun 2004 semenjak Bu Sri jadi DPRD bahkan suami saya sempat di suruh mencalonkan DPRD sama Bu Sri tapi saya tidak boleh mas ya tau sendiri lah mas kalau sudah menjadi pejabat sibuknya gak karuan, kami sudah tua kok mas pengen tenang.

Baca Juga :  Operasi Yustisi, Polsek Baradatu Bubarkan Resepsi Pernikahan di Bakti Negara

“Saya juga pernah di suruh mencalonkan kepala desa tapi saya tidak mau padahal saya dekat dengan Bu Sri ( Bupati Grobogan) makanya saya selalu dapat kiriman pupuk banyak dulu saya nyetor pupuk sampai keluar desa sekarang tidak bisa mas, Bu Sri waktu saya hajatan Bu Sri datang mas mungkin ingat sama saya sejak 2004 menjadi tim suksesnya, pungkasnya.(Adi)

 72 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of