Ket. Foto Puskesmas Kwanyar Di Jalan Raya Kwanyar Kabupaten Bangkalan Sangat Megahnya.

BANGKALAM,RPN – Suasana haru menyelimuti salah satu keluarga warga Dusun Taman Desa Batah Barat Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan Madura. Hj. Suhartatik salah seorang ibu hamil yang berasal dari Desa tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya dalam keadaan hamil 8 bulan dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bangkalan.

Hal itu diungkap oleh salah seorang keluarganya KL kepada wartawan Radar Post Nasional (Sabtu, 16/5/2021). KL merasa tidak puas dan kecewa atas pelayanan salah seorang bidan yang ada di Dusun Karang Anyar Desa Batah Barat Kecamatan Kwanyar. ” Kenapa harus dibawa ke puskesmas Kwanyar kalau di Desanya masih ada bidan terdekat yang bisa melayani persalinan ” Jelas KL kepada awak media. Percuma saja kalau tidak bisa membantu warga sekitar, ada apa ini, imbuhnya.

KL merasa hal ini ada satu prosedur atau permainan yang tidak sehat antara pihak puskesmas dengan bidan yang ditempatkan di setiap desa yang ada di Kwanyar.
Namun setelah dikonfirmasi oleh Media RPN kepada bidan yang bersangkutan YF menyangkal semua itu.

Menurutnya itu semua tidak benar, karena bidan yang ada saat ini belum memiliki ijin atau sertifikat untuk menangani proses persalinan, sehingga bilamana ada pasien minta bantuan untuk proses melahirkan maka pihaknya sengaja mengarahkan untuk dibawa ke puskesmas, imbuhnya. Terkait kronologis yang menimpa Hj. Suhartatik YF memaparkan. Berawal dari keluhan yang sering dialami oleh pasiennya yaitu pusing dan merasa sesak nafas, itu penyebabnya adalah tensi darahnya terlalu tinggi mencapai 180. Maka pihaknya sudah memberikan obat untuk itu.

YF juga menambahkan bahwa kandungan pasiennya itu ada gangguan yang cukup serius, hal itu sudah diungkapkannya sejak bulan Maret yang lalu. Dan YF juga menyarankan untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Bangkalan. Namun menurutnya pasiennya itu mengelak dan tidak menghiraukannya serta antusias untuk lahir secara normal.

Baca Juga :  Truck Fuso Pengangkut Pasir Kelalaian Sang Supir Akhirnya Keluar Bahu Jalan Terguling

Sabtu pukul 03.30 H. Ubaidillah sebagai suaminya menghubungi YF via telepon untuk minta bantuan datang ke rumahnya karena istrinya merasa pusing dan sesak nafas, YF pun menolak untuk datang berhubung masih dinas malam di puskesmas setempat dan dia menyarankan agar segera ke puskesmas untuk dilayani secara intensif. Maka sekitar pukul 08.00 keluarga mereka datang ke puskesmas untuk dirawat. Setelah dilakukan diagnosa ternyata tensi darahnya tinggi dan tetap mengalami sesak nafas. Dengan sigap tim medis melakukan tindakan preventif namun pasien tetap harus dirujuk ke Rumah Sakit mengingat kondisi pasien cukup urgent.

Setelah melakukan beberapa prosedur Rumah Sakit barulah sekitar pukul 08.30 pasien dibawa dengan mobil ambulance ke RS Bangkalan untuk dirawat lebih maksimal. Namun takdir berkata lain dalam perjalanan setelah sampai di Desa Nyorondung Kecamatan Tragah nyawa Hj. Suhartatik tidak terselamatkan bersama bayi yang dikandungnya. Setelah melalui beberapa proses di Rumah Sakit Bangkalan tim medis yang mengantarkannya bergegas untuk kembali ke Kwanyar dan mengantarkan jenasahnya ke kediaman keluarga mereka, tutup YF. (BIN)

 63 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of