DEMAK RPN – Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol-pp yang tergabung dalam Operasi Ketupat Candi 2021 Kabupaten Demak melakukan patroli skala besar di titik-titik keramaian Kota Demak. Patroli sekaligus Operasi yustisi kali ini menyasar cafe dan tempat hiburan yang tidak patuh terhadap Maklumat Kapolri dan surat edaran Bupati Demak, Senin (10/5/2021) malam.

Petugas menyisir kawasan warung, cafe dan tempat hiburan di Kota Demak yang masih banyak didatangi pengunjung khususnya usia muda. Tak hanya melakukan imbauan bahwa warung, cafe dan tempat hiburan wajib tutup jam 22.00 Wib, petugas gabungan juga menggelar rapid test antigen dadakan bagi pengelola maupun pengunjung.

Sebagian pengelola dan pengunjung yang didatangi petugas gabungan tersebut di wajibkan untuk menjalani rapid test antigen. Petugas kesehatan dari Polres Demak yang lengkap berseragam APD sudah menyiapkan seperangkat alat untuk mengambil sampel lendir dari hidung mereka yang terjaring nongkrong di cafe.

“Langkah patroli dan operasi yustisi ini merupakan upaya preventif dan preemtif pencegahan penyebaran covid-19 secara masif dan intensif menjelang lebaran idul fitri 1442 Hijriyah,” ujar Wakapolres Demak Kompol Djohan Valentino Nanuru.

Lebih lanjut, Djohan mengungkapkan, langkah yang diambil merupakan upaya pencegahan penularan covid-19 di Kabupaten Demak. Diketahui angka kasus positif di Kabupaten Demak sampai saat ini menyentuh angka 4970 kasus diantaranya kasus sembuh 4316, sedangkan kasus meninggal dunia mencapai angka 573. Angka tersebut sangat tinggi sehingga perlu perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

Total angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Demak sampai saat ini sudah menyentuh angka 3.126 kasus, diantaranya kasus sembuh sebanyak 2.385, belum sembuh sebanyak 375 kasus, serta meninggal dunia sebanyak 366 kasus. Angka tersebut sangat tinggi, perlu

Baca Juga :  Kiat PPIH Bangkalan Wujudkan Jemaah Haji Sehat dan Haji Mabrur

“Maka kami TNI-Polri bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas Kabupaten Demak, bergerak melakukan sosialisasi maklumat Kapolri dan surat edaran Bupati Demak, juga upaya penindakan rapid test antigen pada masyarakat yang masih nekat buka warung / cafe dan tempat hiburan untuk nongkrong,” kata Djohan.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polres Demak, Kompol Sonhaji menambahkan, mereka segera diedukasi dan diminta untuk menjalani rapid test antigen. Screening menggunakan rapid test antigen tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada di antara kerumunan massa di titik tersebut yang terindikasi terjangkit Covid-19.

“Jika hasilnya positif, maka mereka akan langsung dibawa ke RSUD Demak dengan ambulance yang sudah disediakan. Mereka akan dikarantina selama 14 hari di sana sembari dilakukan swab PCR,” terangnya.(Adi)

 51 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of