LAMONGAN,RPN – Pekerjaan mulia sebagai seorang guru terkadang luput dari perhatian kita semua. Mereka rela menghabiskan waktunya demi mendidik anak-anak kita, dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mereka mengajar dan membekali murid-muridnya agar kelak bisa berguna bagi masyarakat.

Suhari, seorang pejuang pendidikan dari sebuah desa pinggiran di Lamongan, tepatnya mengajar di SD Negeri Godok kecamatan Laren Kabupaten Lamongan dengan status honorer sungguh mempunyai semangat yang luar biasa, dengan keterbatasan fasilitas dan gaji.

Suhari menjadi guru honorer mulai tahun 2006 sampai saat ini dengan gaji selama satu bulan hanya sebesar Rp.200.000,-. Sedangkan ia harus menafkahi keluarganya, istri dan kedua anaknya.

Sepulang mengajar, Suhari bersiap-siap untuk berjualan es krim keliling yang dibuat sendiri bersama istrinya. Suhari berangkat jualan mulai jam 11.00 sampai sore, kadang habis kadang juga tersisa banyak, apalagi disaat musim penghujan, es krim jualannya sulit untuk habis.

Bukannya dapat untuk modal usaha yang dikeluarkan malah berkurang.

Hal ini membuat pak Suhari harus bersedih, ia tak tahu esok harus makan apa, hutang di warung langganan nya semakin menumpuk, tidak jarang ia harus mengalah dengan berpuasa, agar keluarganya bisa makan.

Sepulang bejualan keliling suhari melanjutkan mencari pakan untuk kambing piaraan, yang merupakan titipan orang dengan sistim hasil bagi.

Apapun pekerjaanya selama itu masih halal dan pak Suhari mampu menjalani nya tentu akan dikerjakan, kadang selepas magrib ia mengajarkan les privat kepada murid-muridnya, para wali murid kadang merasa kasihan terhadap keadaan ekonomi pak Suhari, mereka memberikan beras meskipun tidak banyak. (Dwi)

 87 total views,  1 views today

Baca Juga :  Polres Jombang Terima Bantuan CSR dari BRI Cabang Jombang Untuk Merenovasi Masjid

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of