KOTA SEMARANG,RPN – Terkait kasus yang menimpa warga cebolok mulai dikembangkan oleh aparat penegak hukum (APH) dengan dikawal oleh sdr.hery sebagai pendamping warga cebolok kelurahan Sambirejo kecamatan Gayamsari kota Semarang.

“Masih menurut Hery pendamping warga cebolok akan berupaya mencari keadilan atas ketidak adilan yang di alami oleh warga cebolok beberapa waktu yang lalu.

“Saya akan mempertanyakan prosudural terkait penghancuran beberapa rumah warga Dan saya juga akan mengawal laporan warga yang dikroyok oleh beberapa oknum yang diduga mereka adalah orang-orang bayaran dari pihak pengembang perumahan.

Saat di temui sebuah rumah makan Heri sebagai kuasa pendamping warga cebolok mengatakan.

Terkait pengrusakan dan penganiayaan yang di alami warga pada tanggal 18 Februari 2021 lalu yang di duga dilakukan oleh pihak pengembang melalui para premanisme. Dan oknum satpol PP kota Semarang langkah yang akan dilakukan adalah berupaya melakukan upaya hukum karena ini negara hukum. Kami sudah melakukan mengirim surat aduan dari warga masyarakat cebolok kepada Polda jawa jengah atas aduan kami sudah ditindak lanjuti oleh pihak polda subdit unit II parapelapur juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan di Polda. Pada tanggal (30/4/21) pihak-pihak APH sudah melakukan cek di lapangan mencari/mengembangkan atas laporan warga cebolok, ucapnya.

“Karena pihak pelapor sudah di priksa mungkin tidak lama ini pihak terlapor akan dipanggil dimintai keterangan karena prosedur hukum seperti itu.

Salah satu warga yang menjadi korban pengkroyokan (BD) 45 menjelaskan kepada awak media.membenarkan bahwa saya dikroyok oleh beberapa premanisme yang di duga atas suruhan pihak pengembang karena saya pempertahankan tempat saya karena ini rumah saya dan saya tanyakan kalau memang ini mau digusur tolong perlihatkan surat-suratnya ternyata mereka tidak bisa memperlihatkan surat yang saya minta seharusnya pihak Satpol-PP bisa memperlihatkan ke absahan surat-surat mereka sebagai penegak perda yang di bayar oleh uang rakyat jangan arogansi seperti itu.Baju mereka yang di pakai itu yang membelikan dari uang rakyat kok semena-mena terhadap warga. Saya minta surat tugas pun tidak mau menunjukkan yang membuat saya dan istri saya kaget kok terus ada beberapa orang-orang berpakaian hitam-hitam sekitar 200an mendorong saya sampai istri saya teriak-teriak saya diseret oleh beberapa premanisme yang di duga sewaan dari pihak pengembang sampai anak saya jatuh pingsan. Padahal saat itu dimasa pandemi covit 19 kok berani mengumpulkan para premanisme sekitar 1500 orang yang di tempatkan di 6 titik karena alat berat mereka yang di buat menghancurkan rumah warga ada 6 unit. Dis posisi exsavator tersebut.

Baca Juga :  Buntut Sengketa Tanah, Pelayanan Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya Dikeluhkan Warga

Padahal warga enak kalau memang pihak pengembang memperlihatkan surat yang sah warga akan pergi dari tempat itu dengan tertip.
(Adi)

 78 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of