Foto : Ustadz Sarmadi, M.Ag., (baju batik) Wakil Ketua yayasan Masjid Raya Candi Lama Semarang dan Purwanto pengelola Toko Masjidku usai berjamaah di Masjid Raya Candi Lama.

SEMARANG,RPN – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan merupakan budaya Islami yang senantiasa dijadikan momentum menata hati dan menata diri guna menyongsong bulan suci yang dinanti umat muslim seantero dunia. Demikian halnya dengan umat muslim di Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam berusaha menyambut datangnya bulan penuh berkah ini dengan mempersiapkan diri penuh suka cita karena dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT.

Tidak hanya diri dan hati yang dipersiapkan dalam menyambut datangnya p bulan suci Ramadhan tahun 1442 H ini, namun sarana prasarana ibadahpun tak luput dari persiapan menyambut datangnya jamaah yang hendak melaksanakan sholat taraweh di masjid maupun mushala. Hal ini nampak dari persiapan yang dilakukan oleh masjid-masjid yang ada di Kota Semarang berbenah menata fasilitas tempat ibadah yang akan digunakan berjamaah setelah pemerintah memberikan ijin pelaksanaan jamaah taraweh dan sholat Idul Fitri dimasa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Ditemui awak media disela-sela usai sholat Jumat di masjid Raya Candi Lama Jl. Dr. Wahidin Semarang, Wakil Ketua Yayasan Masjid Raya Candi Lama, Ustadz Sarmadi, M.Ag membuka perbincangan di serambi masjid, Jumat (9/4/2021).

“Masjid Raya Candi Lama sangat strategis di jalan protokol, tepatnya di Jl. Dr. Wahidin Kota Semarang sebagai jujugan/ampiran musyafir yang akan melaksanakan sholat. Masjid didirikan sekira tahun 1965, dengan sederhana. Seiring berjalannya waktu, tahun 1994 mulailah renovasi dilakukan oleh para sesepuh, pengurus masjid dan jamaah di sekitar lingkungan masjid. Hingga berdirilah masjid seperti yang saat ini ada dan menjadi yayasan Masjid Raya Candi Lama,” tutur Sarmadi.

Baca Juga :  Paguyuban Panji Satria Pinayungan Menggelar Bursa Keris di Jombang

Dari perkembangan yang ada, menurut Sarmadi, masjid Raya Candi Lama dapat berkembang menjadi tempat ibadah yang tidak hanya sebagai tempat sholat saja, namun juga berfungsi sebagai syiar Islam dengan berbagai bidang usaha serta sarana prasarana penunjang lainnya dengan tujuan kemakmuran masjid dan warga di sekitar lingkungan masjid.

Ada beberapa bidang usaha yang melengkapi ruang lingkup yayasan Masjid Raya Candi Lama, antara lain :

1. Toko Masjidku, yang melayani kebutuhan sehari-hari (sembako dan lainnya) bagi para jamaah dan juga masyarakat dilingkungan masjid. Serta menyediakan minuman kopi/jahe gratis kepada jamaah yang melaksanakan sholat Maghrib dan Isya’ di masjid.

2. Baitul Maal Masjidku yang telah berbadan hukum dibawah naungan Baznas yang menampung zakat, infaq, shodaqoh dan pemberdayaan umat para jamaah guna kemakmuran masjid dan warga sekitar. Di bidang Baitul Maal inilah sumber dana pengelolaan masjid berjalan. Antara lain memberikan bea siswa berupa membayarkan SPP kepada anak-anak sekolah kurang mampu di lingkungan masjid. Selain itu, memberikan layanan khitanan massal atau khitan dirumah masing- masing sesuai keinginan anak, dan juga memberikan bantuan sembako setiap bulannya kepada para janda dan warga kurang mampu di lingkungan masjid.

3. Layanan Ambulan gratis, diperuntukkan untuk warga sekitar yang membutuhkan dan juga warga lainnya yang membutuhkan.

Masih menurut Sarmadi, banyak program kerja yang menjadi andalan masjid dalam rangka mengembangkan sarana prasarana yang sudah ada dengan tujuan memakmurkan masjid.  “Di masjid Raya Candi Lama, setiap hari Senin dan Kamis menyediakan makanan bagi jamaah yang menjalankan ibadah puasa sunah. Selasa, Rabu dan Jumat siang menyediakan makan siang siap saji untuk jamaah dan musafir yang singgah sholat Dhuhur. Untuk di bulan Ramadhan tahun 1442 H ini InShaa Allah kami akan menyediakan menu berbuka puasa tidak hanya takjil namun juga menyediakan makan untuk berbuka puasa,” ungkap Sarmadi.

Baca Juga :  Sinegritas TNI-Polri Berikan Himbauan Kepada Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Selain kegiatan yang bersifat sosial, ada kegiatan-kegiatan ibadah lain yang rutin dilaksanakan di masjid ini setiap harinya. Antara lain, setiap usai sholat Shubuh berjamaah ada kajian tafsir AlQuran dipandu K.H. Musman Tholib, M.Ag., kultum bakda sholat Dhuhur, kajian kitab Riyadhus Sholikhin bakda sholat Maghrib dan Isya’ yang dipimpin oleh imam sholat hafidz Quran dan mengupas satu hadist Nabi Muhammad SAW usai sholat jamaah. Dengan demikian diharapkan jamaah akan mendapatkan manfaat yang lain selain keutamaan sholat berjamaah di masjid.

Untuk program jangka panjang yang menjadi keinginan pengelola yayasan Masjid Raya Candi Lama hingga saat ini yang belum terwujud adalah pembangunan pondok pesantren Tahfidz Quran yang rencana pembangunannya di halaman belakang masjid Raya Candi Lama yang hingga saat ini masih dalam tahap pengumpulan dana.

“Kami akan mencoba untuk nanti ke depan menghasilkan santri-santri yang bisa menjadi imamnya masjid, karena di sini pun Alhamdulillah sudah di imami untuk yang sholat Maghrib dan Isya’ dengan imam hafidz Quran dan ternyata itu menjadikan kepuasan bagi jamaah. Untuk itu mohon dukungannya kepada kaum muslimin di manapun berada untuk menyisihkan harta dan rejekinya untuk berinfaq, beramal jariyah dan Insya Allah kami akan wujudkan cita-cita mulia ini dengan membangun pondok pesantren Tahfidz Quran agar bisa segera kami realisasikan, InShaa Allah,” tutup Sarmadi dengan diakhiri doa dan harapan semoga Allah meridhoi dan memberikan kemudahan mewujudkan pembangunan Ponpes Tahfidz Quran Masjid Raya Candi Lama. (Adi)

 8 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of