SUMENEP,RPN – Pasca bencana banjir yang menerpa beberapa desa yang berada di kecamatan Ganding, Sumenep Madura, Jawa timur. Bupati Sumenep bersama Jajaran Forkopimda pantau langsung lokasi kejadian pada Jum’at,05 Maret 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH,MH, mendatangi tiga lokasi di antaranya di desa Rombiya timur, desa Telaga dan desa Bilapora barat.

Dari pantauan Media RPN dilapangan, orang nomor satu di Kabupaten Sumenep tersebut memantau beberapa saluran irigasi dan tebing yang sempat rusak akibat terpaan air yang cukup besar, yang dilanjutkan dengan pemberian sembako kepada warga masyarakat yang terdampak.

Selanjutnya rombongan melanjutkan ke lokasi yang berada di desa Telaga. di Pondok pesantren Darul Ulum yang di asuh oleh KH. Imam Haromain, beberapa fasilitas pondok seperti dinding juga mengalami kerusakan akibat bencana banjir.

Menurut pengasuh pondok pesantren Darul ulum, KH. Imam Haromain, bawa datangnya air tersebut bergemuruh dan datangnya secara tiba-tiba,”Keberadaan pondok pesantren ini berada di dataran rendah, sehingga air yang datang dari atas dengan cepat dan banyak tersebut sampai bergemuruh bunyinya seperti air bah,” terang KH. Imam Haromain kepada awak media, pada Jum’at (05 Maret 2021).

“Akibat banjir tersebut ada ruang kelas, kamar Puteri dan Kestren mengalami kerusakan. Sebagian beberapa siswi yang dekat dengan pondok ada yang dipulangkan,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH,MH, saat dikonfirmasi menyampaikan Pemerintah daerah kabupaten sumenep masih mengklarifikasi terlebih dahulu kepada BMKG untuk memastikan curah hujan yang ada di Kabupaten Sumenep ke depan.

“Saat ini kami terlebih dahulu mengklarifikasi kepada pihak BMKG untuk memastikan curah hujan yang ada di Kabupaten Sumenep ke depan, setelah itu baru memastikan beberapa saluran dan selokan yang ada di sekitar lokasi kejadian kemarin apakah sudah aman terkendali,” terang Bupati Sumenep yang baru dilantik pekan lalu.

Baca Juga :  Koramil 0814/03 Tembelang Gelar Operasi Yustisi Demi Tekan Penyebaran Virus Covid 19

Dia menambahkan bahwa curah hujan untuk kabupaten sumenep berkisar 160-250 pada bulan Maret dan April ini.

Ditanya langkah-langkah apa yang akan dilakukan oleh Pemkab Sumenep dalam mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya hal serupa ke depan, mantan Wakil Bupati periode sebelumnya menambahkan, “Langkah-langkah sementara saat ini kami sampaikan bantuan terlebih dahulu, selanjutnya kami bersama Forkopimda akan mempelajari lokasi disini karena berpuluh-puluh tahun kejadian seperti ini tidak terjadi,” jelasnya.

“Misalnya masalah Saluran, Tebing ataupun Reboisasi yang menjadi permasalahan, ya itu yang akan kita laksanakan dan benahi,” ujarnya

Selanjutnya rombongan meninjau lokasi yang berada di desa Bilapora Barat, karena dampak dari banjir kemarin beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan seperti Tembok penahan tanah (TPT) dan Saluran Irigasi.
(Zain)

 11 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of