SUMENEP,RPN – Pasca ditetapkannya sebagai pemenang pada pada Pilkada Sumenep 2020, Bupati Sumenep terpilih mengawali kerjanya dengan memasuki keraton Songenep dengan melewati pintu “Labeng misem” beberapa saat yang lalu.

Diruang kerjanya, mantan wakil Bupati Sumenep pada periode sebelumnya menuturkan bahwa dirinya akan berkomitmen kembalikan ke kentalan khas Keraton Songenep yang menjadi ciri khas dan jejak peradaban kebudayaan kerajaan diujung timur pulau Madura, Jawa Timur.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, menyampaikan bahwa keraton Songenep ini harus menjadi Magnet tersendiri dalam menarik wisatawan baik lokal maupun luar daerah.
“Berangkat dari keraton Sumenep inilah nantinya kekhasan Sumenep akan dikenal, yang selanjutnya akan berimbas pada objek-objek wisata lainnya,” terang Bupati Sumenep, Achmad Fauzi,SH,MH.

“Maka dari itu, beberapa hal perlu kita benahi yang ada di lingkungan Keraton Songenep itu sendiri,” tambahnya.

Ditanya apa saja langkah-langkah yang akan diambil oleh Bupati yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu, dia menambahkan, “Ya salah satunya seperti Pengamanan, Pramusaji, Staf-staf yang ada dilingkungan Keraton kembali memakai baju khas Keraton, termasuk pejabat dan tamu yang hendak memasuki keraton harus lewat pintu depan(Labeng misem), dan itu akan lebih kharismatik,” ungkapnya.

Dirinya juga mengagendakan musik-musik tradisional dapat dimainkan kembali setiap waktu, serta melarang musik band dan lainnya bermain dilingkungan keraton dengan tujuan agar benar-benar kembali seperti semula.
“Tapi, bukan berarti kita anti kepada musik band melainkan menempatkan pada tempatnya,” ujarnya.

Lanjut Achmad Fauzi, bahwasanya Keraton Sumenep adalah satu-satunya keraton yang ada di Jawa timur yang perlu dilestarikan keberadaannya, “Perlu kita hargai dan kita lestarikan, karena ini satu-satunya di jawa timur, sedangkan kalau Jawa tengah ada 2 Keraton masa kita kalah,” terang mantan wakil bupati Sumenep.

Baca Juga :  Gandeng Penggiat Medsos Untuk Kampanye Kenormalan Baru

“Sejarah itu bagi kami itu adalah istimewa, karena apabila kita menghargai sejarah maka kita sudah menghargai orang lain,” pungkasnya.
(Zain)

 21 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of