DEMAK,RPN – Ratusan rumah warga di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak,  Selasa  (23/2), rusak diterjang puting beliung.  Peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB. Kerugian materi pun belum bisa di taksir.

Hujan deras yang datang disertai sapuan pusaran angin yang sangat kencang sore itu, menyebabkan rumah-rumah warga, yang tinggal di sisi selatan dan sisi barat Kantor Balai Desa Karangsono, mengalami beragam tingkat kerusakan. Ada rumah yang mengalami rusak ringan, sedang, dan berat, bahkan ada yang rubuh hingga rata dengan tanah.

Dari pantauan Radar Post Nasional, di desa yang selama ini menjadi sentra industri bata merah di wilayah Mranggen, hingga malam pukul 20.00 WIB, masih tampak lalu-lalang warga yang terdampak bencana sedang sibuk bergotong-royong menata dan membersihkan sisa puing-puing reruntuhan bangunan serta batang-batang pohon yang masih berserak. H. Sunoto, warga setempat yang menjadi saksi kejadian, sekaligus korban bencana itu menuturkan, angin puting beliung menyapu desanya hanya sekitar 5 (lima) menit. Namun dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup mencengangkan.

“Saat peristiwa terjadi, saya sedang mengumandangkan panggilan sholat Ashar lewat pengeras suara di musholla depan rumah. Tiba-tiba, saya mendengar suara gaduh gemuruh diantara percikan suara kaca-kaca yang  pecah, disertai gemeretak benda-benda lain yang tampak beterbangan.”  tutur pria mantan penjaga gawang klub sepakbola di desa itu.

Menurut keterangan bapak 2 (dua) anak, yang sehari-hari mengajar olahraga di MIN Krandon Guntur Demak itu, menjelaskan ada 3 (tiga) lokasi wilayah kampung tempat tinggalnya yang terdampak angin ribut sore itu. Dalam raut wajah yang tampak masih sedih, Sunoto mengatakan, sore itu ia dan warga lainnya seperti menyaksikan “neraka” terpampang di depan mata. Ia pun menyaksikan sendiri rumah tinggalnya rusak cukup parah. Bagian atap rumah tinggal yang sehari-hari untuk praktik istrinya menjalani profesi bidan, hancur. Termasuk rumah yang sedang ia bangun di sebelahnya, yang tinggal tahap finishing  tak luput dari terjangan angin.

Baca Juga :  Jabatan Danrindam IV/Diponegoro Diserahterimakan

Sementara di tempat lain, Sumitro, warga setempat yang rumahnya luput dari amukan angin, ikut menuturkan, bahwa ada satu korban luka ringan, bernama Parti, yang wajahnya tertimpa dahan pohon, namun sudah mendapatkan perawatan. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dari kejadian angin lesus sore tadi, Mas”, tutur pria paruh baya, yang sehari-hari menjadi broker tanah kapling di desa tersebut.

Malam ini, saat Radar Post Nasional berupaya menggali keterangan lebih lanjut ke Mustakim, Kepala Desa Karangsono, ternyata sedang sibuk memantau perkembangan kondisi warganya di beberapa lokasi. “Pak Lurah sejak masih hujan tadi sudah berkeliling memantau keadaan, Mas. Bisa jadi, saat ini beliaunya sedang melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Soalnya, tadi sempat menyampaikan himbauan, warga yang terdampak kejadian sore ini, diminta untuk berkumpul di balai desa,” tutur warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Sebelum mengakhiri liputan Radar Post Nasional melihat balai desa Karangsono sudah terlihat ramai dengan beragam kesiapan terkait bencana yang terjadi. Lalu lalang personil TNI dan Kepolisian setempat, serta pihak-pihak terkait lainnya tampak telah saling berkonsolidasi untuk kesiapan penanganan warga yang terkena musibah. Semoga warga yang terkena dampak puting beliung tetap diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi situasi ini.  (Daniel)

 18 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of