Ket. foto : Yosafat karunianu/Danu bagian Remedial/recovery. PT. Clipan Finance lndonesia

SEMARANG, RPN – Disuasana pandemi covid 19 pemerintahan Presiden Joko Widodo menganjurkan tidak ada penagihan hutang, dari pihak manapun selama pandemi.

Tapi masih saja ada leasing dari Clipan menagih dengan cara arogan, bahkan terkadang menakut nakuti atau interfensi kepada debitur.

Seperti yang di alami oleh debitur yang bernama Kastuni, karena suasana pandemi, banyak pengusaha mengalami kesulitan, akhirnya kreditur bernama Kastuni mengajukan resturasi jangka waktu pembayaran angsuran.

Setelah pengajuan 3 bulan tanpa ada pemberitahuan, penolakan pengajuan resturisasi pihak Clipan, justru tiba tiba pihak Clipan menagih dengan meminta bunga 1,7 juta per bulannya selama 3 bulan. ketika di tanya bunga tersebut apakah dengan angsuran pihak Clipan menjawab itu hanya bunga saja, Debitur tidak mau membayar karena masih dalam proses pengajuan, tapi anehnya sampai 10 bulan tidak ada jawaban lagi tiba tiba ada penagihan pembayaran bunga sebesar 10 juta hingga total tagihan mencapai kurang lebih Rp. 26 juta. Karena pihak debitur tidak mau membayar juga, pihak Clipan marah marah, dengan arogannya sampai menyebut nama OJK mana, Pemerintah mana, Polisi mana, bahkan Gubernur Ganjar yang mengatakan anjuran pemerintah untuk tidak ada penagihan hutang, malah di tantang disuruh ke kantor leasing Clipan.

Ironisnya lagi dengan emosinya pihak Clipan memaki maki debitur dengan kata tidak pantas “Bajingan” kepada debitur. (A. Sanki)

 10 total views,  1 views today

Baca Juga :  Perjuangan Perkara Sengketa Tanah Sukismi Si Janda Miskin Surabaya Di Pengadilan

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of