JOMBANG,RPN — Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho SIK, menggelar Konferensi Pers didampingi Waka Polres Kompol Ari Tristiawan,SH.SIK, Kasat Reskrim Chirstian Kosasih,SIK dan Kasubbag Humas, AKP.Hariyono SH.Senin (15/2/2021).

Kapolres Jombang Lakukan Konferensi pers terkait aksi bejat seorang Kyai pimpinan pondok pesantren dari Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang yang dilaporkan oleh pihak orang tua korban ke pihak berwajib, kemudian polisi segera menangkap yang bersangkutan sebut saja KS (50 tahun) dikediamannya (pondok pesantren).

KS melakukan aksi bejatnya selama 2 (Dua) tahun kepada santrinya, saat berada kamar Asrama putri, (Pondok pesantren) yang terletak di Dusun Sedati, Desa Kauman, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Dalam pengakuannya, tersangka mencabuli santrinya sebanyak 6 (Enam) korban, kejadian pencabulan tersebut terjadi pada tahun 2019, sekira pukul 02.00 Wib di kamar Asrama putri Pondok SU dan pada bulan Nopember 2020,

Tersangka selalu meyakinkan ke korban, bahwa melakukan hubungan suami istri adalah suatu hal yang mulia dan kita akan menjadi orang yang beruntung, Bujuk kiyai laknatulloh

Menurut Kapolres Jombang ,” Awalnya tersangka mendatangi kamar korban dalam kondisi tertidur sendirian dan mencium bibir korban. Biasanya tersangka mendatangi kamar korban dalam posisi sudah tertidur, kemudian tersangka mulai muncul niatan untuk mencabuli korbannya, diawali mengelus-elus rambut korban, hingga korban terbangun, kemudian tersangka duduk disamping korban dan langsung mencium bibir korban sambil berkata “Sudah Sholat Apa Belum?”, lalu korban menjawab,Belum, tersangka menyuruh korban untuk sholat tahajud dikamarnya.

Seketika itu korban kaget dan syock
atas perbuatan Kyainya, lalu korban bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat.

Masih dari Kapolres “Ketika korban sudah selesai sholat tahajud, tiba-tiba tersangka kembali mendatangi korban dikamarnya dan mencium kembali bibir dan kening korban, korban semakin bingung dengan perbuatan tersangka, lama kelamaan, tersangka justru kembali mencabuli korban hingga berkali-kali ketika ada kesempatan dan situasi sepi dimalam hari, dan tersangka tidak hanya mencium bibirnya, namun alat kelamin korban hingga mulanya, dimasuki jari oleh tersangka, korban disuruh oleh tersangka untuk mengulum alat kelaminnya, dan disetubuhi dalam memenuhi nafsu birahinya.

Untuk menjerat pelaku, polisi mengancamnya dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat 1 dan 2 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang pencabulan anak di bawah umur dan Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat 2 dan 3 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang persetubuhan anak di bawah umur.

Baca Juga :  Satreskrim Polresta Sidoarjo Gerebek Gudang Pengemasan Ulang Masker

Ancaman 5 tahun penjara kini telah menanti kiai cabul itu. “Karena ini dilakukan oleh wali atau pendidik, maka pidananya ditambah 1/3 dari ancaman hukum,” Pungkas Kapolres Jombang. (Seco)

 16 total views,  2 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of