SUMENEP, RPN – Majelis Pemuda Reformasi (MPR) Madura Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, guna mempertanyakan kasus pemotongan dana Kapitasi di Puskesmas Pragaan, pada Kamis,11 Februari 2021.

Aksi demonstrasi yang dikonsep dengan agenda Ngopdar oleh Majelis Pemuda Reformasi (MPR) Madura Raya ini, berlokasi di halaman kantor inspektorat kabupaten Sumenep. Salah satu tuntutannya yaitu agar inspektur dari inspektorat kabupaten Sumenep segera turun dari jabatannya karena dinilai tidak mampu menyelesaikan permasalahan.

“Kasus ini sudah hampir dua tahun belum juga selesai, maka dari itu, kami meminta Inspektur dari Inspektorat Kabupaten Sumenep (Ibu Titik Suryati) untuk segera turun dari jabatannya secara ikhlas. Karena beliau sudah tidak mampu menyelesaikan masalah,” terang korlap MPR Madura Raya, Noval pada Kamis,11 Februari 2021.

Noval menambahkan bahwa kasus yang ditangani pihak inspektorat selama tahun 2020 sebanyak 17 kasus, akan tetapi hanya 2 kasus yang berhasil diselesaikan.

“Dari 17 kasus yang ditangani inspektorat selama tahun 2020 ini hanya dua yang berhasil diselesaikan, sisanya yang 15 itu bagaimana. atau jangan-jangan mereka tidak bekerja,” tambahnya.

“Dalam hal ini saja kami sudah mendatangi dan sudah melakukan Audensi dengan pihak Inspektorat,akan tetapi kejadiannya sama dengan hari ini yaitu tidak dapat bertemu dengan inspektur inspektorat,” pungkasnya.

Dia menyampaikan akan mendatangi lagi dengan massa yang lebih banyak ke kantor inspektorat kalau masih kasus yang terjadi di Puskesmas peragaan masih belum selesai,
“kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak apabila kasus pemotongan dana kapitasi yang ada di Puskesmas Pragaan belum tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu di tempat yang sama perwakilan dari inspektorat kabupaten Sumenep Badrul Arrozy menyampaikan bahwa kasus dugaan pemotongan dana kapitasi di Puskesmas Pragaan yang sempat terjaring operasi tangkap tangan oleh pihak kepolisian pada tahun 2019 masih on proses di inspektorat Sumenep.

Baca Juga :  Pembangunan Program Kotaku Lemah Putro Sarat Manipulasi Birokrasi

“Terkait masalah kasus dugaan pemotongan dana kapitasi pada Puskesmas Pragaan ini masih on proses/proses jalan, karena kasus ini merupakan limbahan dari Aparat Penegak Hukum(APH) dalam hal ini pihak kepolisian pada awal tahun 2020,” jelas Badrul Arrozy kepada awak media.

“Saya hanya menyampaikan apa adanya, karena setiap kasus yang ditangani oleh pihak Inspektorat itu ada personil masing-masing yang menangani, dan untuk detailnya maka k-pop ada personil yang menangani dan dalam hal ini bukan kewenangan saya, karena kebetulan hari ini Inspektur atau yang berwenang masih di Surabaya,” tambahnya.

lebih jauh dia menyampaikan bahwa permasalahan dugaan pemotongan Dana Kapitasi yang sempat terjadi Operasi Tangkap Tangan di Puskesmas Pragaan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang.

“Kita sudah lakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, dan dari hasil pemeriksaan belum kita dapatkan petunjuk yang mengarah ke sana (Pungli). Jadi sementara, kami tidak mungkin langsung memberikan sanksi kalau belum ditemukan bukti,” pungkasnya. (Zain)

 6 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of