SEMARANG,RPN – Tagihan pelanggan air yang di keluarkan oleh PDAM Tirta Moedal kota Semarang yang melonjak gila-gilaan hingga Rp 6 juta rupiah, perlu di laporkan dan di sengketakan ke lembaga seperti ombudsman. Sebagai lembaga yang menangani tentang kebijakan-kebijakan publik.

Sesuai dengan pasal 4 undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. PDAM sebagai perusahaan daerah diberi tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola sistem penyediaan air bersih serta melayani semua kelompok konsumen dengan harga yang terjangkau.

Saat di temui di kantornya Suprayitno di Di Jln.Pandean Lamper Semarang yang menjabat sebagai ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LKPK), Kamis/28/1/2021.

“Menurut saya itu ada yang salah sebab perlu juga dikroscek secara keseluruhan, pelanggan perlu dikumpulkan juga data pendukung mulai dari data meternya dan bukti-bukti pembayaran atau tangihan per 3 bulan sebelumnya yang normal. Jika tidak menemui kesalahan maupun kejanggalan maka itu bisa dipersoalkan ke lembaga ombudsman.

Seperti diberitakan sebelumnya banyak pelanggan PDAM Tirta Moedal kota Semarang mengeluhkan kenaikan tagihan yang melonjak gila-gilaan dan Ini ditanggapi oleh pihak Humas PDAM Tirta Moedal kota Semarang Joko Purwanto. Bahwa dimungkinkan adanya banyak faktor yang mempengaruhi, tidak serta merta bisa menyimpulkan, hanya ini kesimpulan normatif yang bisa disampaikan.

“Bisa jadi mungkin faktor kebocoran pipa itu setelah air. Jadi pembacaan itu bisa melonjak karena pelanggan tidak mengetahui, ada juga faktor lain pada bulan April hingga Juni 2020 lalu karena Covit19 tidak melakukan pembacaan meter secara langsung ke pelanggan. Setelah kondisi tersebut. Berarti selama 3 bulan itu kita estimasi. Jelas Joko Purwanto. Kepada awak media di kantornya jln.kelud Raya No 60 Semarang. Pada tanggal (22/1/2021) lalu.

Baca Juga :  Adanya Dugaan Pungli di SMPN 3 Negeri Agung, Ketua PP Waykanan Angkat Bicara

Kemudian pada hari Selasa (26/1/2021) perusahaan daerah tersebut adalah uji tera meter air pelanggan di kantor pusat jln. Kelud Raya no 60 kota Semarang. Hasilnya menurut tenaga ahli uji tera meter PDAM dan disaksikan oleh pelanggan yang bersangkutan serta beberapa wartawan dari berbagai media yang ikut hadir. Dinyatakan oleh penguji tera meter bahwa meter air milik pelanggan dinyatakan tidak rusak dan baik – baik saja.

“ini Meter air setelah kami tes ternyata tidak mengalami kerusakan masih bagus, tuturnya Intarto petugas tera meter air bagian peralatan dan pemeliharaan PDAM Tirta Moedal kota Semarang kepada awak media, usai melakukan uji tera Meter air milik pelanggan.

Pada uji tera Meter air pelanggan salah satunya adalah milik perusahaan yang berkantor di ruko Peterongan plaza B5 kota Semarang yang tagihan airnya hingga mencapai Rp 6 juta lebih.

“Kalau pasnya kurang hafal mas, yang jelas tagihan untuk bulan Desember 2020 lalu sebesar Rp 6 juta lebih padahal biasanya cuma Rp 300 ribuan bulan 10 dan bulan 11 normal makanya kita komplain terus di panggil ke PDAM di kantornya untuk melakukan uji tera Meter air ini, ungkapnya Hardiyanto salah satu seorang karyawan yang di tugaskan perusahaan untuk mendatangi undangan tersebut. Kepada awak media di ruang uji tera Meter air pada selasa lalu. (26/1/2021). (Adi)

 8 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of