Kota Semarang,RPN – Menanggapi maraknya berita di media sosial terkait Ka Satpol PP yang mengatakan wartawan Bodrek menjadi perbincangan di beberapa medsos.

Ketua DPRD kota Semarang angkat bicara. Menuru kadar Lusman (DPRD) jika memang salah beri teguran atau Sanksi”.ucapnya

Pemberitaan yang telah beredar di beberapa media online terkait razia petugas Satpol PP yang melawan arus tak seharusnya terjadi karena dia (satpol PP) menjadi contoh masyarakat banyak razia yang terjadi di jalan Soekarno Hatta Dan pernyataan kasatpol PP kota Semarang, Fajar Purwoto yang keluar ungkapan”wartawan Bodrek di tanggapi serius oleh ketua DPRD kota Semarang kadar Lusman agar satpol PP melakukan pembenahan dan evaluasi ditubuh Satpol PP kota Semarang”.

Senada dengan ketua PWI Jateng Amir Mahmud bahwa sesuai dengan aturan normatif jika PNS atau ASN atau satpol PP arogan bisa dikenai sanksi.

“Ya aturannya seperti itu yang namanya PNS atau satpol PP tidak boleh arogan atau semena-mena jika terbukti bersalah ya dikasih teguran bila perlu ya diberi sanksi” Tegas pilus yang akrab dipanggil Bang pilus.

Ketua DPRD kota Semarang usai sebagai narasumber pada prime yang digelar oleh Trijaya FM di Hotel Noorman Semarang (7/12/2020)

Disampaikan pula oleh pilus bahwa pihaknya berharap kedepannya satpol PP bisa lebih berbenah mengkonsolidasikan secara terus menerus agar bisa lebih santun dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai penagak hukum yang satun terhadap masyarakat khususnya para PKL (Pedagang kaki lima) jangan arogansi.

“saya berharap kedepannya bisa dilakukan evaluasi dan tidak/jangan mengulangi hal seperti itu lagi ( kemaren) Tidak baik itu. Pesan pilus ketua DPRD kota Semarang”. Pungkasnya.

Adi

 73 total views,  1 views today

Baca Juga :  Tidak ada hak wartawan dan LSM mempertanyakan Penggunaan Anggaran Dana Bos untuk Kepala sekolah SMKN 2 Medan

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of