Sampang, RPN – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Sampang meminta agar para penghuni rumah dinas ( Rumdis ) Guru dan Kepala Sekolah di jalan Syamsul Arifin Kecamatan Kota Sampang segera mengosongkan rumah milik aset Daerah tersebut.

Perintah untuk pengosongan itu berdasarkan Surat pemberitahuan yang ditanda tangani Sekda Yuliadi Setiyawan atas nama Bupati Sampang, Dalam Surat itu diterangkan bahwa mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri ( Permidagri ) No 19/2016 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Maka Pemkab memerintahkan agar penghuni segera mengosongkan Rumah Dinas itu paling Lambat Tanggal 15 Desember 2020 .

Alasan Pemerintah pengosongan itu karena aset berupa bangunan dan tanah tersebut dibutuhkan, Dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah, Selain itu bangunan Rumdis Guru yang berada di depan SMKN 2 Sampang tersebut akan dilakukan penertiban izin pemanfaatan.

Pemkab juga mengingatkan penghuni Rumdis supaya segera melunasi segala kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya, misalnya tagihan rekening listrik, air dan telepon, Dan secepatnya menyerahkan kunci rumah kepada ( Disdik ) Dinas Pendidikan Sampang.

Menyikapi Ultimatum yang di sampaikan Pemkab Sampang, pengosongan itu sejumlah penghuni Rumdis merasa resah dan panik, Pasalnya Surat Pemberitahuan tersebut terkesan mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, dan batas waktunya terlalu mepet, Sehingga pihak penghuni tidak mempunyai kesempatan untuk mencari tempat tinggal baru.

Salah seorang penghuni Rumdis Guru yang enggan disebutkan Namanya menuturkan , Sebenarnya mereka faham bahwa tempat itu merupakan aset Daerah sehingga sewaktu-waktu dapat diambil kembali jika diperlukan, Namun batas waktu perintah pengosongan itu terlalu singkat, sehingga para penghuni kelimpungan untuk memindahkan barang perabotan rumah tangga karena belum dapat tempat tinggal yang baru.

Meski secara ketentuan posisi kami sangat lemah, Tetapi kami sangat menyayangkan Surat Pemberitahuan datangnya terlalu cepat dan mendadak, Sehingga dengan tenggang waktu hanya 13 Hari. Kami terpaksa harus mengosongkan Rumdis tersebut ” Ungkapnya dengan nada kecewa Jum’at ( 4/12/2020 )

Baca Juga :  Sinergitas TNI-POLRI untuk Penanganan Covid-19

Mereka beralasan Surat pemberitahuan untuk mengosongkan Rumdis diterima Rabu ( 02/12/2020 ), lalu diberi batas waktu terakhir pada Tanggal 15 Desember 2020 semua penghuni harus mengosongkan tempat tersebut .

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan ( Disdik ) Sampang H Nor Alam saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Surat pemberitahuan pengosongan Rumdis itu, Karena akan digunakan alih fungsi pemanfaatan lahan sesuai dengan kebutuhan Daerah, Sekretaris Daerah ( Sekda ) Yuliadi Setiyawan mengatakan, Saat ini Pemkab tengah berupaya menata kembali sejumlah aset milik Daerah, untuk dilakukan sesuai dengan pemanfaatannya dalam mendukung kinerja Pemerintah Secara optimal .

Kami berharap kerja samanya kepada para penghuni Rumdis Guru untuk lebih kooperatif, Sehingga proses pengosongan lahan dapat dilaksanakan secepatnya, Mengingat pemanfaatan lahan tersebut akan digunakan secara optimal ” tegas Wawan sapaan akrabnya.

FIK

 29 total views,  2 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of