Nampak Saprawi Saputra Jaya SPd. MSi (SP) dengan lurah baru M Sholeh

Bangkalan,RPN – Selasa tanggal 1 November 2020 tepat pukul 9.00 WIB mantan Kepala Lurah Tonjung Kecamatan Burneh Bangkalan yaitu Saprawi Saputra Jaya SPd. MSi (SP) bersama Fathurrahman

(PO) selaku Kasi Pemerintahan di Kantor Kelurahan Tonjung dan disaksikan oleh Lurah Tonjung yang menjabat saat ini yaitu Moh. Sholeh SE dihadiri juga oleh Wartawan Radar Pos Nasional (RPN) di kantor Kelurahan Tojung.

Mereka membahas soal klarifikasi terkait 5 SHM yang sempat mencuat di Media Online RPN tertanggal 29 November 2020. Salah satu yang dibahas adalah Sertifikat hak milik Hosyiah (HS) yang dipermasalahkan dalam berita tersebut.

Pada kesempatan itu Saprawi yang pada saat ini menjabat di Kantor Kecamatan Tragah memberikan keterangan bahwa pada waktu itu tahun 2017 di saat pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Hosyiah hingga ada keterlambatan pencetakan itu dikarenakan adanya berkas yang sempat hilang di Kantor BPN hingga 1 tahun lamanya. ” Saya juga merasa kaget dan heran mengapa berkas rersebut bisa hilang di BPN” Tegasnya.

Informasi tersebut didapat setelah Fathurrahman mengkonfirmasi ulang kepada salah seorang Pegawai BPN ternyata memang benar adanya bahwa berkas tersebut atas nama Hosyiah tidak ditemukan. Dan menurut Pegawai BPN dianjurkan untuk pemberkasan ulang. Setelah 3 hari berkas yang baru diajukan ke BPN Saprawi menerima telepon dari Pegawai BPN bahwa berkas atas nama Hosyiah sudah ditemukan.

Alasan itulah Saprawi menegaskan kepada keluarga Hosyiah bahwa sertifikatnya bukan tidak diurus oleh pihak Kelurahan pada waktu itu melainkan memang berkas tersebut sempat hilang di Kantor BPN, imbuhnya. Ketika dimintai komentarnya oleh Media RPN terkait uang yang 7 juta yang sudah diserahkan, Fathurrahman menjawab.

Baca Juga :  Coffe Morning, Sarana Membangun Komunikasi Bersama Insan Pers

” Sebenarnya uang itu bukan 7 juta Mas tetapi 6,5 juta dan itu sudah saya alokasikan kepada panitia di lapangan yang pada waktu itu mengukur di lokasi beserta dana pendaftaran dan pemberkasan” tegasnya. Sehingga dengan kata lain dengan tercetaknya SHM atas nama Hosyiah sudah kelar termasuk biaya-biaya yang dianggap masih ada sisa sama Fathurrahman.

Pada kesempatan tersebut Lurah Tonjung Sholeh juga menambahkan dengan adanya peristiwa seperti itu dapat memberikan satu motifasi kerja terhadap kinerjanya sebagai Lurah disana bahwa ke depan Beliau berharap tidak ada lagi kasus- kasus serupa di kalangan warga Tonjung dan Beliau juga akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada warganya seraya beliau tertawa lega.

BIN

 56 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of