Bangkalan, RPN – Pada Kamis 19 November 2020 pukul 11.58 WIB tepatnya di kantor Koperasi Mekar di Desa Tanah Merah Daya (Marjumi) Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan wartawan RPN yang pada waktu itu ingin mewawancarai Kepala Koperasi Cabang Tanah Merah terkait kinerja dan sistem yang sudah diberlakukan terhadap beberapa kelompok Koperasi di berbagai Desa di Tanah Merah.

Alhasil sangat mengecewakan walau sempat ditemui oleh Atun (nama panggilan) selaku Kepala Cabang Tanah Merah. Wartawan RPN sangat geram dan jengkel melihat sikap Atun.

Masalahnya Atun tidak mau memberikan keterangan sedikitpun kepada RPN sebelum bisa menunjukkan Surat Tugas. ” Saya tidak akan memberikan keterangan apapun sebelum bisa menunjukkan Surat Tugas anda” Ungkapnya dengan tegas kepada RPN.

” Ini Mbak ID Card saya, ini sudah cukup untuk mewakili Surat Tugas dan ini juga bukti bahwa saya memang benar-benar Wartawan RPN yang sudah terdaftar di Box Redaksi” Sambil menyodorkan ID Card tersebut kepada Atun.

Namun Atun tetap menolak untuk tidak memberikan keterangan kepada RPN rerkait apa yang dimaksud. Kedua kalinya RPN menyodorkan ID Cardnya lagi kepada Atun namun sia-sia saja dan Atun pun tetap membisu karena dia merasa takut kepada atasannya jika dia keceplosan ngomong, imbuhnya.

Walau demikian RPN tidak patah semangat karena gagal dengan misinya, dengan meminta nomer HP Atun dan berharap bisa konfirmasi melalui HP.

Namun lagi-lagi RPN mengalami kekecewaan, Atun tidak pernah mengomentari chatingan di HP via WA bahkan ditelfon tidak pernah diangkatnya. Selang beberapa hari dari peristiwa tersebut Wartawan RPN mengajak Kabironya yaitu R. Andre Bawie bermaksud menemui Atun di kantornya, tetapi dia tidak ada di tempat. Menurut anggotanya dia masih di lapangan belum pulang.

Baca Juga :  Sidang Di Pengadilan Agama Bangkalan Berakhir Ricuh

Namun sebelum pulang RPN berpesan bilamana Atun sudah di kantor minta tolong kepada anggotanya untuk menghubungi RPN. Tetapi sampai jam 12 malam menunggu telfonpun tidak kunjung berdering dari Atun.

Dengan kejadian tersebut RPN bermaksud akan melaporkan sikap Atun yang telah menghambat pekerjaan wartawan. Hal tersebut telah melanggar UU Pers Pasal 18. Sebut orang yang telah menghambat dan menghalangi kerja wartawan dapat dipidana.

BIN

 110 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of