Sumenep,RPN – Tak dapat dipungkiri lagi kebudayaan dan kesenian luar daerah terus berkembang pesat di wilayah Madura khususnya Kabupaten Sumenep, akibat dari mudahnya informasi dan teknologi yang berkembang sehingga memudahkan masyarakat melihat dan mengikuti dunia luar.

Salah satunya bidang kebudayaan dan kesenian dari daerah Kabupaten Sumenep sendiri, dimana dapat kita lihat banyak pelaku seni yang bernuansa kesenian dan kebudayaan daerah sudah lanjut usia, tak ayal anak muda generasi penerus bangsa banyak yang kurang mengenal bahkan tidak mengetahui akan kebudayaan dan kesenian daerahnya sendiri.

Lewat Momentum Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep,Madura Jawa Timur saat dikonfirmasi di tempat kerjanya menyampaikan bahwa kebudayaan dan kesenian yang ada di setiap Kecamatan harus di angkat ke permukaan, serta permasalahan-permasalahan yang di alami tenaga pendidik dibawah selama Pandemi Covid-19 ini.

“Konsep Hari Guru Nasional (HGN) Kabupaten Sumenep kali ini ingin mengangkat kebudayaan dan kesenian yang ada di daerah Kabupaten Sumenep khususnya di setiap Kecamatan serta permasalahan apa saja yang dialami oleh pendidik atau guru yang ada di bawah selama pandemi Covid-19 ini,”Terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep,Drs. EC. Carto MM saat dijumpai ditempat kerjanya.

Lebih dalam Mantan Kadis Parbudpora ini menyampaikan, terkait masalah kebudayaan dan kesenian di setiap Kecamatan tersebut dirinya mengajak tenaga pendidik yang ada di setiap Kecamatan untuk melakukan observasi dan penelitian sehingga terkonsep yang pada akhirnya nanti akan tersusun dalam bentuk buku Ensiklopedia.

“Beberapa hari tenaga pendidik sudah melakukan bimtek melalui virtual, dimana tenaga pendidik tersebut dilatih untuk mencari dan menemukan kebudayaan serta kesenian yang ada di wilayah kecamatan masing-masing sehingga nantinya kalau sudah terkumpul di masing-masing kecamatan akan kita bentuk sebuah Buku /Ensiklodia, termasuk kendala-kendala Tenaga pendidik ditengah Pandemi Covid-19 ini,” Jelasnya Kadis Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Anggota Dewan Tidak ditempat, Ruang Paripurna DPRD Sumenep Disweeping API

“Pastinya, sebelum dibukukan kita bekerjasama dengan tim ahli terlebih dahulu untuk dilakukan pengkajian sehingga data yang disampaikan oleh tenaga pendidik dari bawah itu memang benar adanya. Artinya tidak dibuat-buat tetapi memang peninggalan kebudayaan dan kesenian daerah itu sendiri,” ujar Kadisdik Sumenep.

Ditanya tujuan dari hal tersebut, Carto menambahkan Demi menjaga kepunahan kebudayaan dan kesenian itu sendiri.

“Ya, selain untuk menjaga dari kepunahan akibat pengaruh kebudayaan dan kesenian dari luar, Juga untuk merawat dan memelihara hal itu sendiri biar generasi penerus bangsa(anak didik) mengetahui dan memahaminya,” terangnya

Ditanya, apakah nantinya buku yang sudah terkonsep tersebut akan dijadikan bahan ajar siswa di kabupaten sumenep, Dirinya optimis dengan penuh harapan.

“Saya pribadi berharap begitu, nantinya buku tersebut bisa dijadikan bahan ajar muatan lokal juga Dipraktekkan oleh anak-anak didik sebagai salah satu bentuk pelestariannya. Apalagi tahun ini adalah masa akhir jabatan saya, maka dari itu saya pribadi berharap ada yang saya tinggalkan demi daerah ini,” harap Carto.

“Nantinya, Semua kesenian- kesenian tersebut kita praktekkan dan di demonstrasikan satu-persatu,”Pungkasnya

Perlu diketahui, sampai berita ini di naikkan, ada sekitar 40 kebudayaan dan kesenian daerah yang sudah tercover Dinas pendidikan kabupaten sumenep yang berasal dari pelosok kecamatan-kecamatan.

(Zaini)

 87 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of