Sumenep, RPN – Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten sumenep gelar Kesenian Macapat/ Mamaca terlama sedunia yakni 75 jam secara Nonstop di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kolor, kecamatan kota, Sumenep Madura.

Agenda pergelangan kesenian Macopat/Mamaca ini dimulai pada Ahad (22 November 2020) ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs.Ec. Carto, MM, dan di hadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Saidi, Segenap Kepala Bidang (Kabid), Kepala seksi (Kasi), serta Jajaran di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kabupaten Sumenep menyampaikan dengan pergelangan kesenian Macopat/Mamaca seperti ini bisa melestarikan kebudayaan dan kesenian khususnya kepada anak didik sebagai generasi penerus bangsa.
“Agenda pergelaran kesenian dan kebudayaan Macapat/ Mamaca kali ini, selain untuk memecahkan rekor dunia juga untuk melestarikan kesenian ini khususnya pada anak didik yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten,” Jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep,Drs.Ec. Carto, MM.

Lebih jauh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs.Ec. Carto, MM memaparkan bahwa para pelaku kesenian seperti macapat/Mamaca ini sudah sepuh, maka perlu anak didik kita tahu, paham dan melestarikan kesenian ini.

“Seperti yang kita tahu para pelaku seni pada kesenian macapat/Mamaca ini sudah pada sepuh dan tidak menutup kemungkinan kesenian ini akan hilang karena kebudayaan dan kesenian dari luar, maka dari itu pentingnya anak didik kita tahu paham dan mampu melestarikan kesenian seperti ini,” tambah Mantan Kadis Parbudpora sumenep

Sementara itu, Ketua Umum dan pendiri Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka, mengapresiasi kegiatan kesenian Macapat ini.

“Kesenian dan kebudayaan ini merupakan rekor baru, di Momentum Hari Guru Nasional tahun 2020 ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep berhasil pecahkan rekor pergelangan kesenian Macapat/Mamaca selama 75 jam Nonstop yang melibatkan 13 kelompok kesenian yang ada di Sumenep,”Jelas Paulus Pangka,pada Rabu (25 November 2020).

Baca Juga :  Sambang Tokoh Agama Wakapolsek Ajak Untuk Mengawal Pilkada 2020

“Kami mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. dan selama ini, kami melakukan penilaian, memantau dan survei terhadap kegiatan ini dari daerah dikarenakan saat ini masih pandemi Covid,”Pungkasnya.

Zain

 23 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of