SUMENEP, RPN – Bupati Sumenep Busyro Karim.M.Si. resmikan Gedung Kantor Dinas Perumahan Rakyat,Kawasan Permukiman dan Cipta karya Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur pada hari selasa (24/11/20)

Acara peresmian Gedung kantor PU PRKP dan Cipta Karya bertempat di halaman di jalan Kamboja no 27 B. Sumenep dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep,forkopimda dan para undangan.

Peresmian Gedung kantor baru yang ditandai dengan pemotongan untaian bunga melati serta penandatangan prasasti oleh Bupati Sumenep.

Dalam sambutanya, Bupati Sumenep Busyo karim, berharap gedung baru yang telah dibangun dengan megah itu dapat di imbangi dengan kinerja yang baik oleh para karyawannya.

“Saya harap bukan hanya gedungnya yang baru, namun semangatnya juga harus baru sehingga nantinya dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik dan meningkat,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, dalam meningkatan kinerja yang lebih baik diperlukan kedisiplinan dari tiap individu, baik itu disiplin dalam hal waktu masuk kerja ataupun disiplin dalam hal melaksanakan tugas.

“Jangan sampai kita pergi ke kantor hanya untuk mengisi absen saja setelah itu hilang, oleh karena itu saya selalu mengajak terhadap seluruh OPD untuk terus melakukan pembenahan agar semua yang ada di OPD tersebut benar-benar berfungsi dengan semestinya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya, Ir. Moh.Jakfar, MM mengatakan, peresmian kantor baru itu sebagai upaya mewujudkan bangunan gedung negara yang sesuai dengan fungsinya.

“Semoga keberadaan grdung ini dapat memenuhi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan dan efisiensi dalam pemberdayaan yang serasi dan selaras dengan lingkungan sekitar,” paparnya.

Dijelaskan oleh Jakfar, gedung yang dibangun menggunakan dana APBD ini mempunyai fasilitas lebih lengkap dibandingkan bangunan sebelumnya.

Baca Juga :  Kapolda Pimpin Serah Terima Jabatan Dirpamobvit Polda Jatim dan Kenaikan Pangkat Pengabdian

Menurutnya bangunan tersebut saat ini telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas baru seperti ruang tempat ibu menyusui, ruang layanan penyedia, toilet untuk divabel, ruang arsip dan ruang satgas.

Selain itu, lanjut Jakfar gedung tersebut juga merupakan salah satunya gedung yang diamankan dari pihak luar, dalam arti tidak ada yang bisa masuk selain karyawan.

“Yang boleh masuk ke ruangan ini hanya sekedar karyawan, karena setiap kali mau masuk keruangan ini harus menggunakan sidik jari,” terangnya.

Sementara untuk pelayanan pihak ketiga ataupun tamu, lanjut Jakfar gedung ini juga sudah menyediakan ruangan husus sehingga mereka tidak usah lagi masuk ruangan.

(Dy/zain)

 106 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of