Surabaya,RPN – Penilaian lomba Surabaya Smart City yang kini sudah di tahap 150 besar menjadi animo sendiri bagi warga yang turut mengikut sertakan kampungnya. Lokasi penilaian kali ini dilakukan di Kampung Jemur Ngawinan RW 02 RT 01dan 02 Wonocolo.

Kampung Jemur Ngawinan RW 02 RT 02 Wonocolo Surabaya optimis dengan segala persiapannya bisa menembus 75 besar lomba Surabaya Smart City (SSC), yang proses penjuriannya berlangsung pada 10 sampai 17 November 2020 kemarin.

Siti Rukayah selaku Ketua RT 02 Jemur Ngawinan, mengatakan bahwa optimisme tersebut bukanlah tanpa alasan. Karena persiapan kampungnya telah mencakup semua aspek untuk dinilai para juri Surabaya Smart City 2020.

Seperti penerapan protokol kesehatan, kebersihan lingkungan yang menggunakan metode pilah sampah basah dan kering, penghijauan unggulan yang dilakukan warga dengan menanam tanaman di depan rumah.

“Semua warga telah menerapkan protokol kesehatan, dengan dibuatkan 12 Titik tempat cuci tangan Untuk sampah Kering sendiri dikumpulkan di bank sampah setiap harinya kemudian sampah rumah tangga sebagian di olah dengan teknik komposter, lalu yang tidak didaur ulang dalam satu minggu diangkut dua kali untuk dibuang Serta banyak lainnya seperti penanaman tanaman toga, Tabulampot dan sebagainya itu,” Ujar Siti Rukayah.

Sementara itu, Lurah Jemur Wonosari, Bapak Angga menerangkan, demi memuluskan langkah masuk ke dalam kategori 75 besar, ia bersama para warganya telah melakukan banyak persiapan serta mendukung penuh kekompakan para warganya.

“Penjurian sendiri secara umum mengikuti semua aspek yang digerakkan, artinya yang diberdayakan untuk masyarakat. Kebersihan memilah sampah basah dan kering, penghijauan dari tanaman hidroponik, dan edukasi seperti tempat les gratis untuk anak-anak,” terangnya.

Baca Juga :  Pekan Maulid Nabi Oleh Dinas Pendidikan Salatiga

Lebih lanjut kata Bapak Angga, di lingkungannya juga terdapat pengembangan UMKM yang berawal dari pelatihan dari pihak Pemkot Surabaya. Kemudian jajaran RT/RW yakni Ketua RW 02 Bapak Usman juga turut dilibatkan dalam upaya pengembangan UMKM apalagi Selaku Camat Wonocolo juga mendukung penuh atas inisiatif warganya yang turut serta dalam perlombaan SSC ini.

Disamping kebersihan lingkungan dan pendidikan, pemberdayaan dan pengembangan UMKM warga juga menjadi perhatian Siti Rukayah beserta Lurah Angga sebagai salah satu poin penilaian tim SSC kepada RT 02 yang memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi itu.

“Di RW 2 khususnya RT 02 itu terdiri 98 Kepala Keluarga dengan total warga banyak tumbuh UMKM-UMKM dan usaha kecil, Kalau ditotal ada sekitar 34 UMKM, sedangkan untuk perwakilan hanya 9 UMKM, semua berangkat dari mengikuti pelatihan oleh pemerintah Surabaya, kemudian ada juga dari perhatian dari masing-masing pengurus RT,” tambahnya.

Salah Satu tim juri SSC Melik Masfiatin mengatakan ada beberapa kriteria penilaian tim juri SSC terhadap 150 RW terpilih di Surabaya yang mengikuti perlombaan ini, yaitu pemilahan dan pengolahan sampah kering dan basah, kemudian tentang penerapan protokol kesehatan Covid-19, serta pemanfaatan rumah pangan lestari dimana dalam satu kampung ada tanaman yang ditanam secara mandiri untuk menunjang ketersediaan sayur dan pembudidayaan ikan. Hingga pengembangan UMKM juga jadi poin penilaian.

“UMKM-UMKM yang ada di wilayah itu didata mana sih yang sudah berSIUP mana yang belum berSIUP, harapannya kalau sudah punya SIUP pemerintah kota akan berusaha kedepannya, akan diakseskan ke hotel-hotel yang ada di Surabaya. Yang belum berSIUP kita permudah perijinannya melalui kecamatan masing-masing,” Terang Melik.

Ryan

 59 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of