Nampak dua warga asal Magetan korban penipuan ketika di wawancarai beberapa media

Magetan, RPN – Pasca memasukan pengaduan pada tanggal 26 Oktober 2020 lalu, Korban penipuan atas nama Ngatiyah dan Suyono, warga Dusun Tengger, RT 16 RW 08, Desa Senden, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek didatangi oleh Hadi S dan 4 orang pengacaranya dirumahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Hadi S dan Pengacarannya mencoba memediasi dan menawarkan pengembalian uang masing-masing sebesar 35 juta untuk Ngatiyah dan Suyono dan berharap kasus ini tidak berlanjut.

Namun karena merasa memasukan laporan kasus dugaan penipuan ini ke Polres Magetan, Ngatiyah meminta serah terima uang tersebut dilakukan di Polres Magetan.

“Saya takut dikira plin plan, karena waktu itu saya sudah melapor kesana,” ujar Ngatiyah pada RadarPostNasional.com, Selasa (10/11/20).

Kekecewaan kembali ditelan oleh Ngatiyah dan Suyono saat memenuhi undangan dari penyidik Reskrim Polres Magetan. Saat dalam proses dimintai keterangan, Ngatiyah dan Suyono kembali dilobi oleh salah seorang pengacara Hadi S. Dalam lobi tersebut, Ngatiyah dan Suyono ditawari pengembalian uang masing-masing sebesar 15 juta.

Tentu saja hal ini sangat ditolak oleh Ngatiyah dan Suyono karena sewaktu ditemui dirumahnya, 4 orang pengacara Hadi S bersedia mengembalikan uang masing-masing 35 juta. “Kenapa sekarang malah turun menjadi 15 juta, tentu saja saya tolak,” tegas Ngatiyah.

Ngatiyah menegaskan, dia dan Suyono mau menerima pengembalian uang tersebut asalkan sesuai dengan apa disampaikan oleh Hadi S dan pengacara sewaktu datang kerumahnya. “Apabila tidak, maka saya ingin proses hukum tetap dilanjut saja. Saya ingin Hadi dihukum sesuai dengan perbuatannya,” ungkap Ngatiyah dengan

Sementara, saat dikonfirmasi diruangannya, IPTU Supratikno membenarkan kedatangan dua warga Trenggalek di Polres Magetan untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  BNNK Sumenep Tangkap bandar Narkotika,Jenis Sabu Seberat 5,42 Gram Dirumah HR

Hal ini Merujuk pada surat pengaduan yang dilayangkan oleh Ngatiyah dan Suyono, Warga Dusun Tengger, RT 16 RW 08, Desa Senden, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek tertanggal 26 Oktober 2020 tentang dugaan penipuan dengan janji akan dipekerjakan sebagai tenaga P3K di Kantor BKN Regional Jawa Timur.

“Memang benar tadi kita mengundang 2 orang warga Trenggalek guna diminta keterangan untuk klarifikasi pokok permasalahan,” kata IPTU Supratikno, diruangannya, Selasa (10/11/20).

Ketika ditanya tentang tindak lanjut proses hukum atas dugaan penipuan yang diadukan tersebut, IPTU Supratikno mengelak untuk menjelaskan karena belum masuk dalam ranah tersebut. “Saat ini masih penyelidikan, pengadu masih dimintai keterangan,” lanjut Kanit Idik I Satreskrim Polres Magetan.

Untuk konfirmasi lebih lanjut, IPTU Supratikno meminta Wartawan untuk langsung menghadap Kasat Reskrim. “Saya takut salah bicara, langsung saja ke pimpinan,” lanjutnya.

Selain itu, apabila rekan Wartawan mempunyai info terkait dengan kasus ini, pihak penyidik akan senang hati menerima. “Untuk tambah bahan lidik kami,” pungkasnya.

(Gg)

 8 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of