SUMENEP, RPN – Direktur Utama (Dirut) PT Garam (Persero), Achmad Ardiyanto menghadiri menjadi pemateri Seminar dan Lokakarya Nasional Bersama Himpunan Masyarakat Produsen Garam Indonesia, di salah satu hotel di Kabupaten Sumenep.

Dihadiri langsung Direktur Utama PT. Garam (Persero) Ahmad Ardiyanto, Komisaris PT. Garam Dr. Safi, S.H., M.H., Direktur PUI Garam UTM Dr. Makhfud E, dan Ketua HMPG Indonesia Muhammad Hasan, S.E., M.Si sebagai narasamuber.

Direktur utama PT. Garam (Persero), Achmad Ardiyanto, mengatakan bahwa kejayaan Pulau Garam akan kembali jika seluruh Elmen bisa bersatu.
Dibandingkan tahun sebelumnya, harga garam kini miris seakan mencekik petani garam itu sendiri.

Karena dalam seminar tersebut tentu lebih menginginkan bagaimana tataniaga Garam bisa stabil lagi. Para mahasiswa ini ingin kejayaan PT. Garam agar kembali, ya ayo kita bersama – sama untuk mengembalikan kejayaan itu,” kata Didik, sapaan akrab Achmad Ardiyanto, saat dikonfirmasi media usai menjadi pemateri dalam seminar dan lokakarya nasional di Hotel Utami,

Namun dalam seminar, mahasiswa yang tergabung dalam forum Studi Mahasiswa Hukum Kabupaten Sumenep mengangkat Tema Revitalisasi Kejayaan Garam Madura demi tercapainya kesejahteraan Petani Garam dan Swasembada Nasional.

Menurut penjelasan Dirut Utama Achmad Ardiayanto. Direktur utama PT. Garam , tentang harga garam yang sudah menjadi lumrah dikalangan petani garam, jika PT. Garam (Persero) masih berupaya untuk menstabilkan anjloknya harga garam tersebut,” Ungkapnya.

“Karena harga Garam yang anjlok tidak hanya petani saja yang marah, kami pun juga memikirkan ini, bagaimana pemerintah tidak terlalu banyak menyetok Garam impor,” Imbuhnya.

Lanjutnya, Pesaing kita itu malah lebih mampu menciptakan Garam yang lebih murah dan tentu berkualitas itu sudah fakta yang ada, menjadi pembeda Garam Madura dibandingkan Garam Impor adalah Iklim Madura sendiri yang menyebabkan kualitas Garam kita kalah.

Baca Juga :  Demi Meningkatkan Objek Wisata Samosir, Komisi III DPRD Samosir Konsultasi Ke DPRD Kabupaten Toba

“Namun saya berjanji akan mencari langkah untuk membangkitkan keterpurukan kondisi pegaraman saat ini yang semakin memprihatinkan nasib petani garam,” Harapnya.

Maka oleh sebab itu Langkahnya kita di internal PT. Garam adalah bagaimana bisa menyiasati ini, harga pasar yang kemudian bisa kita jangkau dengan Iklim Madura dan kualitas garam itu sendiri,” paparnya.

Sebagai Direktur PT. Garam (Persero) yang baru menjabat beberapa bulan itu, diharapkan oleh dirinya agar ada pembenahan diri dari tubuh PT. Garam (Persero) sendiri.

“Kalau PT. Garam bisa membenahi diri, maka PT. Garam bisa menolong petani garam, dan sebaliknya. Tentu keberadaan kantor PT. Garam di Sumenep bisa memberikan manfaat bagi Masyarakat. Kami tentu butuh dukungan juga dari pemerintah setempat,” Ujarnya.

Sementara itu, Didik juga meluruskan bahwa adanya penurunan dan kenaikan harga garam tergantung dari keadaan pasar yang menentukan harga Garam itu bukan Pemerintah, bukan PT. Garam, tapi pasar. Nah, yang impor itu malahan murah,” ucapnya.

Sekedar diketahui, untuk saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, kata Didik, telah melakukan MoU (Kesepakatan) dalam pembuatan museum garam.

“Pemkab berkeinginan untuk membuat museum garam, kami sudah melakukan MoU, tinggal kita melakukan kajian. Tapi kajiannya hingga saat ini masih terpuruk, dengan anjloknya harga garam satandasnya”.Paparnya. (Dy)

 125 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of