Jepara,RPN – Witiarso Utomo. SE, Putra daerah yang dilahirkan di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo. Kabupaten Jepara, adalah Presiden Direktur di PT Dua Putra Utama Makmur Tbk.

Ia juga berada di jajaran direksi PT Pandawa Putra Investama. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur di Cv Dua Putra Dewa.

Ia menerima gelar sarjana dari Universitas Stikubank. Dihubungi lewat WA oleh awak media di hari Santri yang ke 5 beliau menjelaskan. Bahwa saat kecil belajar agama Islam juga nyantri di pondok pesantren di Desanya.

Memperingati hari Santri yang ke 5, beliau bersyukur, bahwa Bangsa ini menghormati perjuangan para santri memperjuankan kemerdekaan NKRI.

Witiarso Utomo, SE secara fasih menceritakan Sejarah Hari Santri Nasional. Bahwa. Peringatan Hari Santri Nasional mulai disahkan sejak 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Dilansir dari Kemenag.go.id, penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya ‘Resolusi Jihad’.jelasnya.

“Resolusi Jihad merupakan fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.” Resolusi Jihad itu telah melahirkan peristiwa heroik tepatnya 10 Nopember 1945, kini diperingati sebagai Hari Pahalawan.

Saat itu para santri ikut andil berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. sejarah Hari Santri Nasional ini juga erat kaitannya dengan Hari Pahlawan. Dan lahirnya Hari Santri Nasional ini merupakan penghargaan pemerintah terhadap peran para santri yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. “Dengan begitu, para santri diharapkan dapat meneladani semangat jihad cinta tanah air.” Ujarnya

Peringatan Hari Santri Nasional 2020 Isu kesehatan diangkat berdasar fakta bahwa dunia internasional, tak terkecuali Indonesia. Saat ini klaster santri pun tengah dilanda pandemi global Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

Di Indonesia, di masa pandemi Covid-19 telah ditetapkan sebagai Bencana Non alam melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga :  Curahkan Tenaga, Anggota Koramil 02/Kedung Dalam Pelaksanaan Karya Bakti TNI Satkowil

Pengalaman terbaik beberapa Pesantren yang telah berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata bahwa Pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

“Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian Kiai dan Pimpinan Pesantren”. Ujarnya

Saat ini, di masa pandemi Covid-19, untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2020 Santri Sehat Indonesia Kuat, masih dapat digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan, mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan, dengan tetap berpedoman pada Protokol Kesehatan dalam rangka pengendalian dan pencegahan Covid-19.

Beliau mengatakan, Menjadi santri bukan berarti sok suci. Menjadi santri bukan agar menjadi manusia yang eksklusif.

Menjadi santri adalah upaya menjadi manusia sejati dan meneladani Rasulullah Muhammad saw. Diakhir keterangannya, beliau mengucapkan :

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2020

Jurnalis: DWI-JPR

 24 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of