Lamongan,RPN – Adanya pembuangan limbah yang tak berizin di wilayah hukum kabupaten Lamongan membuat DPD LIRA Lamongan langsung bergerak cepat yaitu melaporkan ke POLRES Lamongan.

Pembuangan limbah pabrik B3 itu sendiri bertempat di desa Wonokromo kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, lebih tepatnya di tepi jalan raya depan SPBE Tikung sehingga sangat berbahaya untuk lingkungan sekitar, tidak itu juga limbah itu juga menimbulkan Bau tak sedap.

Surat laporan DPD LIRA Lamongan kemarin diantar langsung oleh Bupati Lira Lamongan Slamet mulyono dan di damping Dinas, politik, hukum dan keamanan Sukawan edy darsono, SH beserta angota Lira lainya Anwar, surat tersebut langsung diantar ke ruangan Unit II polres Lamongan pada tanggal 16 oktober 2020 sekitar jam 11 siang sebelum sholat jumat, surat itu di terima langsung oleh kepala unit II Arif.

Saat menerima surat pengaduan dari LIRA arif mengatakan bahwa surat ini kami laporkan ke bapak KAPOLRES AKBP Harun terlebih dahulu.

Sementara itu Sukawan edy darsono yang menjabat sebagai dinas politik, hukum dan keamanan yang ikut mendampingi Bupati Lira Lamongan kemarin, saat di temui wartawan mengatakan pembuangan limbah pabrik itu sangat membahyakan lingkungn apalagi pembuangan limbah yang terletak di desa Wonokromo itu kemungkinan limbah B3, dan bila membuang limbah itu harus ada izin kepada pemerintah setempat.

Masih menurut Sukawan edy darsono yang juga seorang advokat “ bahwa pemerintah sudah jelas melarang pembuangan limbah yang gak berizin, UU PLH pasal 59 ayat 4 yang berbunyi Pengelolaan limbah B3 wajib mendapat izin dari Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

Dan itu di juga jelaskan lagi dalam pasal 102 yaitu Setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Baca Juga :  Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah Musnahkan Barang Bukti 8,1 Kg Sabu dan 5.708 Butir Ekstasi

Yang lebih miris lagi adalah tempat pembuangan limbah yang tak berizin itu menurut informasi adalah tanah milik desa ( TKD ) tanah kas desa, jadi kalua benar itu TKD maka kepala desa Wonokromo Ari itu tau bahwa tanah desanya di jadikan pembuangan limbah yang berbahaya dan tak ber izin atau tidak menutup kemungkinan kepala desa ikut memfasilitasi “.

Dwi

 51 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of