Jepara,RPN – Yayasan Dharma Bhakti Persada Nusantara (DBPN) didukung oleh Forum Komunikasi Pewarta Jepara (FKPJ) menggelar acara Bincang Malam Bersama Tokoh. Acara dimulai pukul 20.00 WIB.

Tokoh yang dihadirkan Drs. H. Junarso, plt. Ketua DPRD dari partai PDIP, Drs. Dwi Riyanto, MM dari Bakesbangpol Jepara, Witiarso Utomo SE., pengusaha ekportir ikan dan salah satu kandidat bakal calon Bupati Jepara yang akan datang, H. Syamsul Anwar, SE., ketua KONI Jepara sekaligus ketua GP Ansor, dan juga pengusaha minuman Yass Tea, Tapi sayangnya narasumber dari Bakesbangpol dan plt. Ketua DPRD Jepara tidak bisa datang, Plt. Ketua DPRD yang notabene dari partai PDIP diwakilkan oleh wakil sekretaris DPC PDIP Bobby Alfianto, bahkan kursi untuk Bakesbangpol dibiarkan kosong.

Acara ini dilaksanakan di rumah makan Kebun Tanasa, Desa Karangkebagusan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Tema acara Bincang Malam Bersama Tokoh saat itu adalah Membangun JEPARA Dalam Bingkai Keberagaman.

Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Jepara yang dinyanyikan seluruh hadirin dengan berdiri dan khidmat. Acara awal dipandu oleh Vico “Mr. Bean” Rochman, yang juga sebagai event organisation (EO) dalam acara tersebut.

Kemudian dipandu moderator atau Host Winarto, S.pd., yang membuka acara dengan penyerahan kaos dan kartu pengenal (id. card) kepada anggota FKPJ yang secara simbolis diterima Maskuri dari media B1NPERS.

Acara diikuti kurang lebih 70 peserta dari berbagai kalangan antara lain , LSM, Ormas, Wakil Organisasi Pemuda, Aktivis anti Korupsi, aktivis Anti narkoba, aktivis lingkungan hidup, Organisasi Pengusaha mebel, Seniman dan Budayawan serta kaum intelektual muda Jepara.

Dengan dipandu moderator Winarto, S.pd,. narasumber memaparkan potensi Jepara secara lugas bahwa sumber daya alam (SDA) di Jepara tidak kalah dari daerah lain.

Baca Juga :  Babinsa Menganti Terus Dampingi Pembangian Bansos Non Tunai

Jepara termasuk lengkap ada pegunungan, persawahan, perbukitan bahkan garis pantai yang panjang yang tentu tidak dimiliki daerah lain. Demikian dengan sumber daya manusianya (SDM) nya, banyak orang pintar di Jepara terutama anak mudanya, baik di bidang seni ukir, budaya dan mebel, termasuk nara sumber yang hadir adalah anak-anak muda yang berprestasi.

Purnomo selaku ketua panitia dalam kata sambutannya merasa terhormat, atas kehadiran narasumber dan rekan-rekan dari berbagai lapisan masyarakat, dan memberikan kata pengantar agar program ini bisa berkelanjutan dan berkesinambungan untuk berperan serta membangun dan membawa Jepara ke arah yang lebih baik dan maju, dengan melibatkan, potensi anak muda yang berprestasi.

“Jepara adalah daerah yang berpotensi besar dengan SDA dan SDM nya serta budayanya, jika dikelola dengan baik dan didukung pemerintah setempat akan berkembang, menjulang dan mendunia,” jelas Bobby Alfianto.Makna Jeporo, jemeduling poro roso,” menurut Ir. Mujiono yang akrab dipanggil Sunan Kali Wiso, salah satu peserta yang hadir. Dimaksudkan tumbuh dan menyatunya rasa dari potensi yang ada di Jepara untuk dikembangkan menjadi karya yang besar untuk Jepara.

Hal senada diungkapkan Witiarso Utomo, SE salah satu nara sumber “Potensi Jepara yang sangat luar biasa, jika dikembangkan mungkin dengan dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Jepara Business District (JBD) yang disinergikan dengan kebijakan pemerintah. Hal ini akan menjadi Jepara yang maju.

Karena kalau diibaratkan Kabupaten Jepara adalah ” gadis cantik” yang menjadi incaran semua orang baik dari orang lokal maupun buyer dan investor asing,” jelasnya.
Disamping itu pengelolaan Jepara harus berpihak kepada kepentingan rakyat atau pengusaha lokal.

“Kepentingan masyarakat atau pengusaha lokal harus diutamakan, jika investor asing datang , pengusaha lokal harus tetap jadi tuan rumah didaerahnya sendiri,” tambah H. Samsul Anwar, SE.

Baca Juga :  Virus Corona Menjadi Penentu Program Kerja

Kesimpulan terakhir potensi Jepara jika dikelola dengan baik, JEPARA akan menjadi LUAR BIASA. “Jepara akan menjadi luar biasa jika kita kelola potensi yang ada dengan kebersamaan,” kesimpulan dari Panelis Akhir DR. Abdul Rojak Sowy yang sering dipanggil Abah Sowy yang juga selaku Pembina Yayasan Dharma Bhakti Persada Nusantara Jepara.

Acara diakhiri dengan ramah tamah antara peserta dan nara sumber yang hadir dan pengangkatan nara sumber sebagai anggota kehormatan FKPJ. Pelaksanaan acara sesuai dengan protokol kesehatan. Dan kesuksesan acara tidak terpengaruh ketidakhadiran nara sumber yang diplot sejak awal.
TIM JEPARA

 93 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of