Samosir, RPN – Atas kejadian dugaan penganiayaan terhadap Lamgok Sidabutar (38), Lamgok Sidabutar memberikan kuasa hukumn J. Sihaloho (43), SH untuk melaporkan Jautir Simbolon (60) atas kejadia di Kelurahan Pintusona Kecamatan Pangururan pada tanggal 12 Oktober 2020.

Dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STPL/179/X/2020/SMR/SPKT, Lamgok Sidabutar yang biasa dipanggil Gomeng beralamat tinggal di Desa Garoga Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

Yang mana berita penganiayaan tersebut menjadi viral dengan adanya video yang ditayangkan di YouTube dengan link https://youtu.be/gP-RZpSphGI dengan Judul “Abang Kandung Bupati Diduga Pukul Team VANTAS Yang Sedang Cari Nafkah”, Berita yang ditayangkan media Online GreenBerita.com dengan link https://www.greenberita.com/2020/10/saudara-kandung-pejabat-samosir-diduga.html dengan judul “Saudara Kandung Pejabat Samosir Diduga Aniaya Team VANTAS, serta dibagikan dibeberapa group Whatsapp dan Facebook.

Jautir Simbolon dengan kuasa hukumnya Rakerhut Situmorang, SH, MH. dan BMS Situmorang, SH balik melaporkan (Selasa lalu, 13/10/2020) atas keterangan dan laporan palsu atas tudingan kepadanya, dan berita visual yang ditayangkan di YouTube serta berita di media online GreenBerita.com yang dianggap tidak berimbang dan dianggap menyebarkan kebencian serta berita bohong dan memfitnah dirinya. Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STPL/180/X/2020/SMR/SPKT, dengan terlapor Lamgok S Sidabutar, Jaingat Sihaloho dan Fernando Sitanggang (45) dengan pidana UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat 3, UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310.

Kronologi Kejadian :
Karena banyaknya telepon yang masuk ke telepon seluler Jautir Simbolon dan mengeluh dikarenakan langkanya pupuk di Kabupaten Samosir, Jautir pergi ke gudang pupuk bersubsidi yang dimiliki HS sekaligus bertujuan menanyakan penyebab langkanya pupuk bersubsidi di Kabupaten Samosir.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Samosir Monitoring ke Pantai Batu Hoda Samosir

Tanpa disangka Jautir Simbolon melihat mobil truk dengan ber-branding Pasangan calon (Paslon) VANTAS (Vandiko Gultom dan Martua Sitanggang) sedang melakukan pengisian muatan 2,5 Ton pupuk bersubsidi, Jautir melarang agar jangan keluar dulu. Dikarenakan merasa dihalang-halangi Lamgok S Sidabutar alias Gomeng langsung maju sampai kurang lebih 15 centimeter jaraknya dengan Jautir Simbolon sambil berkata “Memang kenapa, saya punya ijin!”, dengan suara menantang.

Lalu Jautir menanggapi ucapan Lamgok Sidabutar dengan mengatakan “Saya tidak menanyakan ijin mu, tetapi saya hanya minta anda jangan keluar. Oke, karena anda mengatakan ada ijinnya, mana ijinmu ?”, tanya Jautir Simbolon. Dikarenakan Lamgok diam dan pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Jautir Simbolon.

Tidak beberapa lama datang pemilik gudang pupuk bersubsidi HS, dan Jautir menanyakan prihal mobil yang sedang memuat pupuk bersubsidi, tetapi HS tidak dapat menjawab. Pada akhirnya muatan pupuk bersubsidi yang berada di mobil truk ber-brending VANTAS diturunkan kembali. Dan Jautir Simbolon menyatakan tidak ada kontak fisik sama sekali sebelum dan sesudah kejadian tersebut.

Semua yang dilakukan Jautir Simbolon dikarenakan kepeduliannya terhadap masyarakat Samosir terlebih kepada petani yang berada di Samosir.

(Jackson Pandiangan)

 164 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of