Ilustrasi

Semarang,RPN – Keluarga Almarhum Suwito Kaget karena tanah orang tuanya tiba-tiba sudah jadi sertifikat. tanah yang luas nya 13000 Meter tersebut sudah menjadi sertifikat padahal dari keluarga tidak pernah merasa tanda tangan atau menjual tanah tersebut ke orang lain.

Saat awak media mencoba mencari informasi ke kantor kelurahan sawah besar di sambut dengan ramah oleh lurah sawah besar (Joko) saat di tanya soal desas desus ada oknum kelurahan sawah besar yang dipriksa oleh polisi.

Lurah sawah besar (Joko) membenarkan memang ada yang dipriksa oleh polisi mereka adalah para panitia PTSL terkait permasalahan tanah pak Suwito (Alm) panitia itu menerima berkas dari yang bersangkutan kita hanya meneruskan kalau ada geman-gemana.

Saat ditanya dengan adanya kabar soal panitia menerima upah sebesar Rp 35 juta dan ada yang bilang Rp 50 juta untuk beberapa panitia PTSL dari oknum (SB) kalau urusan seperti itu saya sendiri juga tidak tau karena (SB) itu tetangga cuma tidak begitu akrab “namanya saya ini pelayan ada orang yang minta pelayanan ya saya layani”.ucapnya.

Saat ditanya apakah lurah pernah di kasih sesuatu sama (SB) Dengan cepat lurah mengatakan tidak pernah menerima apapun hanya normatif saja sebatas umumnya saja itu pun lewat panitia. Keluarga juga salah diwaktu masa proses kalau itu terjadi permasalahan mengajukan keberatan kita ngomong fair lho mas kalau memang itu menjadi permasalahan.

Dan setelah sertifikat itu jadi ya langsung di kasihkan pada ahli waris  yang ngambil kesana itu ahli waris sama panitia. Didalam proses itu pun ahli waris kesini mondar mandir menanyakan terus. Saya bilang sama ahli waris saya suruh tanyakan pada panitia.

Baca Juga :  Polres Kab.Mojokerto Belum Bisa Mengungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Penerbitan dan Perdagangan Buku Penjasorkes di SDN Pohkecik

Dia itu tau jadinya berapa bidang makanya prosesnya seperti apa. Panitia itu menerima berkas ada jual beli ada pelimpahan itu ada. 

Karena yang minta seorang anggota dewan ya saya percaya apalagi sudah ada kesepakatan sama ahli waris.vMenurut pembuatan sertifikat tanah tersebut sudah sesuai prosedur kalau tidak prosedur pasti tidak akan jadi sertifikat kan seperti itu”.ucapnya.

Setelah jadi itu mbak Norsia itu kesini minta ditemukan sama (SB) dulu ya baik-baik saja tidak ada permasalahan. intinya tanah tersebut mau dijual sudah ada yang mau beli saat itu makelar disuruh cari sendiri kalau tanah tersebut dihargai sekian itu harus bersih. nanti akan di notariskan.

Masih didalam proses saja mereka dan setelah jadipun sertifikat  diterima sama ahli waris. Dia (Saipul) pun kesini sudah tiga kali menanyakan sertifikat tersebut sudah jadi apa belum?  Saya arahkan tanya ke panitia. Diwaktu mengambil sertifikat pun saipul diajak mengambil sertifikat tersebut.

Saat di beritahu kalau saipul itu di keluar dari penjara pada tanggal 10 Oktober 2019.  Sedangkan sertifikat   jadinya tanggal 3/7/2019.

Bagaimana orang di penjara bisa tanya-tanya soal sertifikat yang ada di kampungnya.kenapa lurah sawah besar ini tidak tau kalau warganya tersebut masih di penjara. Apakah lurah tersebut bingung saat memberikan stadment sama awak media?
Saat ditemui panitia PTSL sawah besar (Supri) mengatakan kepada awak media. saat di tanya oleh awak media soal pengajuan sertifikat massal tanah tersebut sudah komplit artinya sudah bisa diajukan ke BPN. Termasuk surat jual beli.

Padahal ahli waris tidak pernah menjual tanah tersebut yang saat di temui awak media di kediaman para ahli waris.
Lalu siapa yang membuat surat jual beli tersebut dan surat pelimpahan ahli waris juga tidak tau karena selama ini ahli waris tidak pernah merasa menjual tanah tersebut kepada siapapun.ucap ahli waris kepada awak media.

Baca Juga :  Oknum Pensiunan Polisi Diduga Menjadi Makelar Kasus

Saat ditanya berapa penarikan pembuatan PTSL di wilayah kelurahan sawah besar.pada tahun 2019.  Supri selaku panitia pemberikan jawaban  kalau biaya pembuatan sertifikat masal (PTSL) pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 1.250. (Satu juta dua ratus lima puluh).

Ini berbeda dengan apa yang di ucapkan sama lurah sawah besar (Joko)  bahwa penarikan pembuatan sertifikat massal sebesar Rp 2000.000. (Dua juta rupiah)  Sungguh ironis kenapa tidak ada kesamaan jawaban antara panitia dan lurah? 

Dan Supri mengatakan pada awak media
Karena ada salah satu ahli waris yang terus menanyakan sertifikat tersebut (SP)  kepada panitia PTSL (Sp) yang sudah  Keluar dari lembaga pemasyarakatan di bulan September 2019″. ucap panitia kepada awak media.

Ini berbeda dengan data-data yang di dapatkan oleh awak media kalau (SP) tersebut keluar dari Lembaga pemasyarakatan pada bulan Oktober (10) 2019.   

Adi

 63 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of