Bangkalan, RPN – Usai sidang ke tuju belas atas perkara sengketa lahan di Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan di Pengadilan Agama Bangkalan Madura Jawa – Timur berakhir ricuh, pada hari senin tanggal 5 Oktober 2020 .

Kericuhan terjadi berawal pada saat tergugat satu dari pihak Seniman melalui kuasa hukumnya, memberikan pertanyaan di depan Hakim, bahwa saksi dari tergugat di nyatakan sudah meninggal atau tidak ada /Tiada, menurut keterangan Kuasa Hukum tergugat .

Sukarti SH.MH . Kuasa Hukum Penggugat

Kuasa Hukum dari penggugat Sukarti SH.MH menerangkan kepada awak Media , bahwa para saksi tersebut masih ada , dan bila dihadirkan ke Pengadilan.

“Kenapa dibilang tidak ada saksi , hal tersebut dinilai oleh penggugat bahwa apa yang disampaikan oleh Kuasa Hukum tergugat Adalah satu kebohongan ” Dan Ironisnya lagi sidang selanjutnya di tunda Tanggal 2 (Dua) November yang tidak jelas agendanya ujar Sukarti selaku kuasa hukum dari penggugat, disaat awak Media mau mengambil gambar pihak Hakim melarangnya.

Atas kejadian ini awak Media RPN, JKTV akan terus menempuh jalur Hukum, untuk melaporkan pihak Pengadilan Agama Bangkalan Madura, ke pihak Kepolisian karena diduga melanggar Undang – Undang Pers No 40 Tahun 1999.

Sementara Undang – Undang Pasal 18 Ayat ( 1) sudah jelas , tindakan menghalangi kegiatan Jurnalistik diatur dalam pasal tersebut, bahwa setiap orang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghabat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat ( 2) dan ayat (3) di pidana dengan pidana kurungan penjara paling lama 2 ( Dua ) Tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000. (Lima Ratus Juta Rupiah) sudah jelas bahwa Wartawan dalam melaksanakn tugasnya dilindungi Undang – Undang Pers No 40 Tahun 1999.

Baca Juga :  Beri Pelayanan Terbaik, CT Scan di RSUDMA Sudah Bisa Dioperasikan Kembali

WIE

 45 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of