JEPARA,RPN – Teka-teki pengganti almarhum Imam Zusdi Ghozali sebagai ketua DPRD Jepara terjawab sudah. Haizul Ma’arif, menantu mantan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menerima rekomendasi menjadi calon ketua DPRD Jepara.

Melalui surat persetujuan penggantian ketua DPRD Jepara, Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Haiz -sapaan akrabnya- ditunjuk menggantikan Imam. Dalam surat itu, juga disebutkan DPP akan mengevaluasi penugasan Haizul Ma’arif sebagai ketua DPRD Jepara setelah satu tahun diterbitkannya rekomendasi.

Surat itu tertanggal 25 September 2020. Namun, Haiz baru mengetahui perihal isi surat tersebut Kamis (1/10) lalu. ”Kamis siang diberi tahu dari DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PPP Jawa Tengah,” katanya.

Haiz melenggang ke pucuk pimpinan Taman Sari julukan gedung DPRD Jepara setelah melewati berbagai tahapan. Dimulai dengan voting pengurus DPC PPP Jepara pada Minggu (9/8) lalu. Sembilan anggota Fraksi PPP dipilih melalui pemungutan suara. Hasilnya Agus Sutisna mendapat dua suara, Bustanul Arif 0, Masykuri 23 suara, M. Ibnu Hajar 5 suara, Khoirun Niam 7 suara, Haizul Ma’arif 11 suara, Saidatul Haznak 13 suara, Subangun 2 suara, dan Uzlifatul Fuaidah 3 suara.

Tiga nama dengan perolehan suara terbanyak diusulkan DPC menjadi calon ketua dewan untuk mendapatkan rekomendasi dari DPW dan DPP. Ketiganya adalah Masykuri, Haizul Ma’arif, dan Saidatul Haznak.

Namun usulan itu dikoreksi DPW PPP Jawa Tengah. DPW PPP Jawa Tengah mengusulkan sembilan nama anggota fraksi ke DPP PPP. Sedangkan hasil voting di DPC hanya disertakan dalam notulen rapat sebagai catatan.

Setelah berkas sampai ke DPP, diputuskan penentuan calon ketua DPRD Jepara melalui Fit And Proper Test. Sembilan anggota Fraksi PPP Jepara mengikuti Fit And Proper Test di Hotel Tentrem Mall Semarang pada Sabtu (19/9). Meraka diundang Sekjen DPP PPP Arsul Sani terkait pengisian jabatan ketua DPRD Jepara.

Baca Juga :  Babinsa Ingatkan Kembali Kepada Warga Agar Lebih Disiplin Menerapkan Prokes

Setengah bulan lebih rekomendasi tak kunjung turun. Sempat terjadi dinamika di internal partai. Ada 11 pengurus anak cabang (PAC) mengembalikan stempel PAC kepada DPC PPP Jepara. Sebagai bentuk protes tak kunjung beresnya rekomendasi ketua dewan.

Menanggapi hal itu, Haiz mengaku prasangka baiknya dimungkinkan PAC belum mengetahui kalau rekomendasi sudah turun. Sehingga mendesak agar segera diturunkan. Supaya tidak terjadi kekosongan ketua DPRD yang berkepanjangan.

”Alhamdulillah sekarang (rekomendasi) sudah turun. Sebagai kader PPP apapun keputusan partai kami harus menghormati. Saya pun demikian. Monggolah tinggalkan kompetisi, mari bersinergi membangun Jepara” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris DPC PPP Nur Fuad mengatakan, pihaknya belum menerima surat rekomendasi secara fisik. Dia mengetahui turunnya rekomendasi yang beredar di grup WhatsApp. ”Secara fisik belum menerima. Mungkin masih di Gus Yasin selaku ketua DPC PPP Jepara,” tuturnya.

Sementara itu, Haizul Ma’arif mengikuti jejak mertuanya, Ahmad Marzuqi. Sama-sama menjadi ketua DPRD Jepara. Bedanya, Marzuqi menjadi ketua setelah mencicipi menjadi anggota DPRD sejak 1999 hingga 2004. Baru menjadi ketua pada periode berikutnya, 2004-2007. Sedangkan Haiz, baru menjabat anggota dewan setahun, lalu direkomendasikan menjadi ketua DPRD Jepara menggantikan ketua sebelumnya karena meninggal.

Status Haiz sebagai pendatang baru di perpolitikan Jepara, tak menghalangi DPP PPP menurunkan rekomendasi kepadanya. Jika dilihat dari senioritas, masih ada anggota Fraksi PPP yang lebih senior. Seperti adik Marzuqi, Masykuri dan Subangun. Ada juga Agus Sutisna.

Namun, keputusan DPP PPP tetap jatuh ke Haiz. Meski sebagai anggota baru, Haiz punya modal perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu. Dia yang bertarung di dapil 4 (Mayong, Welahan, Nalumsari) menjadi caleg PPP dengan perolehan suara tertinggi. Suaranya mencapai 9.444. Tertinggi di antara caleg lain.

Baca Juga :  Ketua Dan Waka Baznas Jombang Periode 2020 - 2025 Di Kukuhkan

Pasca kemenangan PPP pada Pemilu 2019 lalu, namanya sempat mencuat sebagai calon ketua DPRD. Namun, saat itu Imam Zusdi Ghozali yang mendapat rekomendasi. Di kelengkapan dewan, Haiz juga menjadi sekretaris Komisi C DPRD Jepara.

Menanggapi dirinya yang didapuk menggantikan Imam sebagai ketua dewan, Haiz akan turun ke bawah. Sambil menunggu pelantikan, ia manfaatkan untuk memperbanyak silaturrahmi membangun komunikasi dan harmonisasi di internal PPP. ”Minta doa restu para sesepuh, agar dapat menjalankan amanat ini dengan baik,” katanya.

TIM JEPARA

 39 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of