SAMOSIR,RPN – Jautir Simbolon yang merupakan juru bicara dari Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Demokrasi Samosir menegaskan dihadapan Pimpinan Dan Anggota DPRD Samosir serta Polres Samosir, bahwa Calon Wakil Bupati Samosir yang bernama Martua Sitanggang menggunakan Ijazah Palsu dalam proses pendaftaran berkas ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Samosir.
Jautir Simbolon yang merupakan abang kandung dari Bupati Samosir mengatakan bahwa, ijazah dari Martua Sitanggang adalah Palsu dan menurutnya, dia bisa membuktikan perkataannya dan konsekuensinya Jautir Simbolon menyatakan siap dipancung jika omongannya tidak terbukti.

“Sejak berdirinya Kabupaten Samosir, baru kali ini Jautir Simbolon menyampaikan Aspirasinya langsung ke DPRD Samosir,” ujar Jautir Simbolon.
Lebih lanjut dia menerangkan, bahwa adik kandungnya yang merupakan Bupati Samosir, sudah membujuknya agar tidak mengangkat masalah terkait Ijazah Palsu Martua Sitanggang.

Rotua Sinaga yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Nainggolan menuntut kepada DPRD Samosir, agar pencalonan Martua Sitanggang sebagai Calon Wakil Bupati Samosir dibatalkan dan tidak diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Samosir.

Rabu, 23 September 2020, Aliansi Masyarakat Dan Pemuda Peduli Demokrasi Samosir kembali melakukan orasi dengan membawa massa yang lebih besar dari yang sebelumnya. Untuk menjaga amukan massa dari hal yang tIdak diinginkan, Gedung DPRD Samosir dijaga ketat oleh Personil TNI, POLRES Samosir serta BRIMOB dari POLDASU karena DPRD Samosir sedang melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan KPUD dan Bawaslu Samosir di Ruang Rapat Paripurna.

AMPPDS dalam orasi nya menuntut kepada DPRD Samosir, agar Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Samosir memperlihatkan Ijazah Asli Martua Sitanggang.

Karena situasi yang tidak kondusif oleh massa AMPPDS yang memaksa masuk ke dalam Ruang Rapat Paripurna, Ketua DPRD Samosir Saut Martua Tamba, ST menghentikan sementara Rapat Dengar Pendapat dengan KPUD dan Bawaslu Kabupaten Samosir dan menemui massa AMPPDS di luar Ruang Paripurna Gedung DPRD.

Baca Juga :  KPU Sumenep Segera Membuka Paslon Bupati dan Wakil Bupati

“Lembaga ini bukanlah pengambil keputusan, bukanlah lembaga yang berwenang untuk memutuskan seseorang calon maupun Bupati/Wakil Bupati tidak memenuhi syarat dan berwenang melakukannya adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan itu sebabnya kita mengundang mereka untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan apa yang saudara-saudara kemarin sampaikan,” tegas Saut Martua Tamba.

Lebih lanjut, Saut Martua Tamba menyampaikan bahwa, menurut KPU dokumen-dokumen syarat pencalonan yang mereka terima telah dilakukan verifikasi tetapi sampai pada hari tersebut, KPUD Samosir belum melakukan Pleno dan belum bisa memberikan jawaban yang pasti kepada DPRD Samosir sampai Rapat Dengar Pendapat digelar.

“Yang mau kami sampaikan adalah aspirasi maupun keinginan saudara-saudara sekalian, kemarin kita bersama-sama sudah kami tindak lanjuti, dan itulah jawaban dari KPU Kabupaten Samosir,” ujar Saut Martua Tamba.

Pada kesempatan tersebut, Politisi PDI Perjuangangan juga menegaskan kepada AMPPDS, bahwa DPRD Samosir sudah menyampaikan ke KPU Samosir pada Rapat Dengar Pendapat, agar memberikan perlakuan yang sama kepada siapa pun dan DPRD Samosir mendorong KPU Samosir untuk tidak berpihak kepada siapa pun dan tetaplah melakukan, melaksanakan proses ini sampai 9 Desember mendatang untuk independen dan tidak atas intervensi siapa pun dan jangan berpihak.

Setelah mendengar penjelasan Ketua DPRD Samosir Saut Martua Tamba tersebut, Jautir Simbolon yang merupakan abang kandung dari Bupati Samosir Rapidin Simbolon menegaskan kepada DPRD Samosir, bahwasanya Ketua DPRD Samosir mengatakan belum bisa memutuskan hari ini dimana jadwal KPU adalah jadwal nasional yang berarti pada hari tersebut, KPU tidak bisa memutuskan pasangan calon yang akan ditetapkan.

Menjawab dari penyampaian Jautir Simbolon tersebut, Saut Martua Tamba menegaskan kembali bahwa, yang disampaikan Ketua DPRD Samosir tersebut, adalah apa yang dijelaskan KPU Samosir ke DPRD Samosir dan KPU Samosir belum memberitahukan kapan waktunya KPU Samosir melakukan Pleno dan DPRD Samosir tidak bisa memaksa KPU Samosir untuk melakukan Pleno.

Baca Juga :  Menunggu Swab Test Massal

Setelah mendengar penjelasan Ketua DPRD Samosir Saut Martua Tamba tersebut, Jautir Simbolon juga mendesak DPRD Samosir agar menghadirkan juru bicara KPU Samosir agar memberikan keterangan langsung kepada massa AMPPDS.

Menjawab pertanyaan oleh Jautir Simbolon tersebut, Saut Martua Tamba kembali menegaskan, bahwa untuk menghadirkan juru bicara KPU di Gedung DPRD, DPRD Samosir tidak mempunyai wewenang untuk memaksa juru bicara KPU Samosir untuk memberikan keterangan langsung kepada massa AMPPDS tersebut.

Jautir Simbolon juga menambahkan dan menegaskan dalam orasinya kepada DPRD Samosir, bahwa KPU Samosir tidak menghargai DPRD Samosir.
“KPU Samosir tidak menghargai masyarakat Samosir, KPU menyelamatkan Ijazah Palsu dan apakah itu menjadi persyaratan yang ditetapkan oleh KPU Samosir,” ? tegas Jautir Simbolon.

Jautir Simbolon juga menegaskan kepada DPRD Samosir, bahwa massa AMPPDS tidak akan berhenti melakukan aksi demo, sampai Ijazah tidak tuntas jika KPU Samosir tidak menyatakan sikap yang sebenarnya dan tidak menghentikan pengguna Ijazah Palsu. (Dion Tonang)

 39 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of