Kantor Pusat Koperasi Kocika Mitra Usaha Jl. KH. Wahid Hasyim No. 145, Potroyudan, Kabupaten Jepara

Jepara, RPN – Koperasi Kocika Mitra Usaha, Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS), di sinyalir merugikan anggotanya, karena dalam penemuan dokumen awak media kami, dalam penyerahan uang modal anggota, yang tertuang dalam lembaran DSA ( Daftar Simpanan Anggota ), terlihat persentase pembagian kerugian yang harus di tanggung oleh anggota meliputi : Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Penyertaan Modal.

Menurut narasumber kami berinisial S mengatakan “Anggota koperasi terpaksa mengambil modal mereka di koperasi, karena takut akan kondisi koperasi yang akan pailit atau di pailitkan oleh pengurus, sehingga dengan rasa was-was dan kuatir akan nasib uang mereka, sebagian anggota dengan terpaksa menerima kerugian yang di tanggung, padahal semestinya ada keuntungan dari UJKS yang di kelola oleh pengurus, karena selama ini koperasi primer mengelola kebutuhan mahasiswa dan kampus, seharusnya kerugian tidak akan timbul, kalau di kelola dengan manajemen yang baik,” Katanya.

Sementara berdasarkan pertemuan kami dengan salah satu dewan pengawas Aida Nahar, S.E., M.Si. di gedung rektorat UNIESNU “kami mohon bagi anggota koperasi yang merasa di rugikan, bisa membuat surat keberatan kepada dewan pengawas atau pengurus koperasi, dan saya menganggap koperasi ini usaha kecil, semua sudah berdasarkan RAT (Rapat Anggota Tahunan),” Katanya.

Dalam UU No.17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian kalau terjadi Defisit Hasil Usaha, mengacu pada Pasal 79 angka 1 Dalam hal terdapat Defisit Hasil Usaha, Koperasi dapat menggunakan Dana Cadangan. Namun tidak di jelaskan secara terbuka kepada anggota nilai Dana Cadangan untuk menutup Defisit Hasil Usaha.

Namun anggota langsung di bebani oleh pengurus dengan kerugian, dan kerugian tidak di jelaskan kronologisnya secara lengkap tentang beban usaha yang menimbulkan kerugian, secara sepihak pengurus hanya menjanjikan atau mengiming imingi akan ada Hibah dari pihak ketiga, sebagai modal koperasi.

Baca Juga :  RTLH Pekalongan, Masuk Tahap Pengecoran Sloof Pondasi

Anggota bisa meminta penjelasan kepada pengurus koperasi, mengenai kerugian yang di akibatkan oleh manajemen pengurus.

Seharusnya sesuai Pasal 94 (1) Koperasi Simpan Pinjam wajib menjamin Simpanan Anggota. Sebagai Koperasi Simpan Pinjam Harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Dalam Pasal 60 UU No.17 Tahun 2012, isi dan bunyi nya :
(1) Setiap Pengurus wajib menjalankan tugas dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab untuk kepentingan dan usaha Koperasi.
(2) Pengurus bertanggung jawab atas kepengurusan Koperasi untuk kepentingan dan pencapaian tujuan Koperasi kepada Rapat Anggota.
(3) Setiap Pengurus bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan bersalah menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(4) Pengurus yang karena kesalahannya menimbulkan kerugian pada Koperasi dapat digugat ke pengadilan oleh sejumlah Anggota yang mewakili paling sedikit 1/5 (satu perlima) Anggota atas nama Koperasi.
(5) Ketentuan mengenai tanggung jawab Pengurus atas kesalahan dan kelalaiannya yang diatur dalam Undang-Undang ini tidak mengurangi ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Jadi kalau Dana Cadangan ini tidak di jelaskan secara akuntabel dan transparan oleh pengurus yang di ketuai oleh A. Khoirul Anam, SE, M.Si. akan menjadi sebuah masalah dalam kelanjutan organisasi dan pengelolaan koperasi Kocika Mitra Usaha.

Dalam temuan dokumen kami, rapat anggota tahunan berlangsung dengan sistem on line, namun bukti untuk daftar hadir anggota yang datang dalam RAT tidak di publikasikan ke anggota, dan bukti usaha koperasi mengalami kerugian tidak di laporkan secara terbuka dan terperinci, dimana nilai kerugiannya.

TIM Jepara

 91 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of