Semarang,RPN – Nasabah Atas nama Ali Mahmudi merasa diintimidasi oleh oknum Debcolektor PT. Artha Asia Finance.

Menurut Ali Mahmudi (Supir truk) pada hari Kamis tgl 6 Agustus 2020 sekira pukul 14:wib bersama keneknya yang bernama poni Setyawan tersebut pulang dari mengambil pasir di wilayah Klaten dan di tengah perjalanan saya sampai di teras Boyolali kurang lebih pukul 19:30 wib saya di hadang oleh dua mobil Avanza warna putih karena pada saat itu sudah gelap saya hanya bisa melihat kalau nomor mobil tersebut platnya ( B )nomornya gak jelas.tuturnya

Masih menurutnya saya di hadang mobil Avanza saya kaget saya kira mereka itu polisi karena langsung menghadang truk saya yang sedang jalan.Dan mobil yang satunya dibelakang mobil saya sangat takut mereka dengan nada keras menyuruh saya turun dari mobil saya.

Karena saya takut mereka ada tujuh orang dan tiba-tiba saya di paksa turun dan dibawa masuk kedalam mobil Avanza tersebut dengan cara menyekap leher saya dari belakang dan saya di dorong di paksa masuk kedalam mobil Avanza tersebut.

Pada saat itu saya hanya berfikir saya dirampok. Bahkan ada yang mengaku sebagai anggota polisi.Dan setelah saya ada di dalam mobil terus mereka menanyakan soal angsuran truk saya.

Dan saya dipaksa untuk menyerahkan truk saya.Dan saya coba mempertahankan mobil saya. Karena mereka tidak memperlihatkan surat tugas maka saya coba dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan mobil saya itu mas. Tuturnya

Tapi ada daya saya tidak sanggup untuk mempertahankan mobil saya. Padahal saya sudah mengansur dua puluh kali. Yang seharusnya sudah sudah dapat dua puluh tiga (23) artinya saya telat angsuran tiga bulan. Karena adanya Covit19 ini saya jarang beraktifitas karena ada intruksi dari gubenur Jateng Ganjar Pranowo.

Baca Juga :  TNI AD Resmi Terima Sertifikat Aset Tanah, Kasad: “Yang Penting Semuanya Winners”

Setelah itu saya di kasih kertas katanya buat ngurusin truk saya. Setelah saya urus ternyata di persulit oleh pihak finance Artha Asia. Karena telah 3 bulan dengan angsuran sebesar Rp 7.755.000 x 3 bulan mau saya bayar ternya susah.tuturnya

Saya di kasih nomor tlp.dari salah satu mereka yang mengaku sebagai anggota polisi. Dengan nomor tlp.081213283561 yang bernama ROE. Ternyata nomor telepon tersebut gak pernah di angkat

Saya di turunkan di jalan tanpa di kasih uang buat naik grab atau taxi saya sempat berjalan kaki sekitar 500 M.

Dan pasir saya yang berada di truk ternyata di jual oleh mereka (Debcolektor) ini sudah pecurian mas. tuturnya

Padahal sudah jelas disaat. Pandemi Covit19 ini intruksi dari persiden Joko Widodo semua finance dilarang untuk menarik unit dijalan.Dan intruksi dari OJK (otoritas jasa keuangan) tidak dibolehkan untuk exsekusi objek unit di jalan.

PT. Artha Asia finance.cab. Semarang yang berkedudukan di jln.pedurungan no 462 C ini tidak mengindahkan intruksi dari OJK.gubenur ganjar Pranowo. Dan intruksi dari Joko Widodo presiden Indonesia.

ini bisa dikatakan perbuatan melawan hukum (PMH) Dan cara pengambilan pasa unit bisa terkena pasal 365.ancaman (9th) KUHP dan 368 ancaman (9 bln)KUHP

Menurut kacab PT. Artha Asia Finance. Cab.semarang. ST. Mengatakan saat di konfermasi sama awak media mengatakan. Atau membenarkan penarikan tersebut. Menurutnya itu sah sah saja. Karena nasabah sudah menunggak selama 3 bulan”. Ucapnya. Bersambung.. Adi

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of