Foto H.Zainurrosi PLT Kasi Pendma.

SUMENEP, RPN – Tiga Perangkat Desa Pagar Batu Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, terindikasi double job (rangkap jabatan) atau berprofesi ganda. Hal itu diungkap oleh salah satu warga Desa pagar batu ke awak media Radar post Nasional.

hal ini terungkap akibat dari kekecewaan warganya terhadap sikap kepala desanya yang dinilai melakukan pembiaran atas perangkat desa yang memiliki lebih dari satu pekerjaan.

Sebut saja, Udin (nama samaran) yang tidak mau di publikasikan Warga Desa Pagar Batu menuturkan, bahwa di desa kami sebenarnya ada beberapa persoalan adanya perangkat desa yang rangkap jabatan, sebenarnya hal ini sudah lama terjadi namun kami dari pihak masyarakat masih menutupi, “ungkapnya ke awak media. Selasa (08/09/2020)

Udin juga menyampaikan bahwa pegawai desa yang double job diketahui bernama Mukhlis Aziz, S.Pd, Arie Bastian, S.Pd, dan Muhammad Saftan, S.Pd, yang dikukuhkan pada bulan Maret dan bulan Juni oleh Kepala Desa Pagarbatu tersebut sampai saat ini masih berstatus sebagai Guru Sertifikasi di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep.

Lebih lanjut udin mengatakan, jika dari tahun 2015, Mukhlis Aziz, S.Pd, sudah berstatus Guru Sertifikasi di MI Nurul Huda Kecamatan Saronggi. Sementara Muhammad Saftan dari tahun 2014 menjadi Guru Sertifikasi di MA Nurul Amien, Kecamatan Saronggi. Sedangkan Arie Bastian berstatus Guru Sertifikasi dari tahun 2012 di MA Nurul Islam, Kecamatan Bluto.

“Meskipun yang bersangkutan saat ini sudah menjadi Perangkat Desa, mereka masih tetap berstatus sebagai Guru Sertifikasi,” kata sumber media ini. Selasa (08-09).

Sementara, H. Zainurrosi, selaku PLT Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementrian Agama Sumenep, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media menegaskan bahwa Guru Sertifikasi itu tidak boleh double job.

Baca Juga :  Dugaan Adanya Penyelewengan Dana Sharing LMDH Sumber Makmur Desa Sumberaji

“Secara aturan Guru Sertifikasi itu tidak boleh double jabatan. Intinya yang bersangkutan harus memilih salah satunya. Apa mau pilih Sertifikasinya atau Perangkat Desanya,” katanya

Lanjut pria yang akrab disapa H. Rosi itu menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meminta kepada pengawas di wilayah Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Bluto untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Biar nanti langsung dibuatkan surat pernyataan pemunduran diri sesuai dengan apa yang dipilih oleh yang bersangkutan,” tukasnya.

Dy/Zain

 97 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of