Tapanuli Utara,RPN – Pada hari kamis, tanggal 04 september 2020 team RPN berkunjung ke desa-desa di kecamatan siborong-borong, provinsi sumatera utara. Tiba di depan kantor desa dan juga di depan rumah kepala desa Hutabalu ada perusahaan tertutup tembok yang banyak mengelola kayu larangan dan terbesar di siborong-borong yang di miliki oleh binsar panggabean, yang tidak memiliki izin pengelolaan kayu larangan, izin penebangan pohon, izin pengiriman atau pengantar kayu larangan. Team rpn langsung menuju lokasi untuk melihat kayu tersebut.

Di saat team radarpost konfirmasi terkait sudah berapa lama beroperasinya kayu ilegal ini. Sudah bertahun-tahun ungkap staff kantor terserbut. Team radarpostnasional pergi menjumpai kepala desa ingin konfirmasi ke kepala desa, malah kepala desa nya cuek. Sungguh hal yang sangat mengecewakan dan merugikan negara.

Yang herannya wilayah tersebut masuk dari simpang POLRES Siborong-borong, dan juga kendaraan angkutan kayu ilegal tersebut lalu lalang terus di simpang POLRES, dan juga di duga bahwa perusahaan kayu ilegal tersebut di lindungi oleh aparat, dan juga di duga ada setoran ke Polres, TNI, dan juga Kadis kehutanan.

Tidak mungkin Polres, TNI, dan juga Kadis kehutanan tidak mungkin tidak pernah melihat mobil truk kayu ilegal tersebut, begitu juga tidak mungkin tidak pernah melintasi wilayah perusahaan tersebut. Dari kejadian tersebut hukum pemerintah tidak berlaku lagi bagi Polres, TNI, dan juga kadis kehutanan di siborong-borong. Pemerintah pusat dan lemerintah setempat harus menindak tegas kayu ilegal tersebut.

James

 33 total views,  1 views today

Baca Juga :  Ketua DPRD Samosir : GAMKI Harus Mengandalkan Kreatifitas dan Inovasi, Menciptakan Gerakan Progresif Yang Memberikan Pengaruh Positif Untuk Kabupaten Samosir

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of