ANDY MAULANA-Auditor & Saber Pungli Provinsi Jawa Tengah

Semarang,RPN – Bantuan sosial pangan non tunai adalah Paradigma baru dalam penetapan strategi percepatanj pemenuhan kebutuhan dasar dalamsejahtera (Rastra) yang dianggap masih kurang efektif dan efisien. Pendekatan ini diperlukan untuk mewujudkan efisiensi dan efektifitas bantuan sosial pangan bagi penerima manfaat yang memenuhi kriteria yang telah di tetapkan dan telah terdaftar dalam basis data terpadu (BDT).

Kekuatan bantuan sosial pangan non tunai ini adalah penerima manfaat secara efisien dan efektif mampu mengoptimalkan bantuan yang diberikan berdasarkan tingkat kebutuhannya sehingga secara tidak langsung dapat menggairahkan kehidupan ekonomi yang bersangkutan, terjadinya proses internalisasi keuangan inklusif kepada fakir miskin melalui revitalisasi peran lembaga perbangkan, terhindarnya sejumlah kasus inefisien dan inektivitas sebagaimana penyaluran bantuan sosial pangan sebelumnya dan memerlukan manajemen yang baru.

Manajemen adalah fungsi dalam industri yang dikonsepsikan dalam pelaksanaan kebijakan, dalam batas-batas yang ditetapkan oleh administrasi. dan pekerjaan organisasi untuk benda-benda tertentu yang ditetapkan sebelumnya.

Maka dalam rangka meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta untuk mendorong keuangan inklusif, presiden Republik Indonesia memberikan arahan agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai pada rapat terbatas tentang keuangan inklusif tanggal 26 April

Penyaluran bantuan sosial non tunai dengan
menggunakan sistem perbankan dapat mendukung
perilaku produktif penerima bantuan serta
meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
program bagi kemudahan mengontrol, memantau
dan mengurangi penyimpangan. Inilah yang
menjadi sistem manajemen baru.

Sementara itu terjadi perubahan dari program
beras sejahtera (Rastra) agar dilakukan melalui
kupon elektronik (e-voucer dan e-warung) sehingga tepat sasaran
dan lebih mudah dipantau. E-Voucer dan E-Warung ini digunakan oleh penerima manfaat untuk membeli beras serta bahan pangan bergizi yaitu telur sesuai dengan jumlah dan kualitas yang diinginkan.

Baca Juga :  Dua Kodim Sabet Juara Lomba Karya Jurnalistik

Dengan demikian, tujuan program bantuan pangan non tunai (BPNT) adalah untuk meningkatkan ketepatan kelompok sasaran; memberikan gizi yang lebih seimbang; lebih banyak pilihan dan kendali kepada rakyat miskin; mendorong usaha eceran rakyat; memberikan akses jasa keuangan pada rakyat miskin dan mengefektifkan anggaran. Secara jangka panjang penyaluran bantuan pangan secara non tunai diharapkan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan dan kemampuan ekonomi penerima manfaat, untuk itu kita sebagai warga masyarakat harus mengawasi semua proses pemberian dan distribusi Bantuan BPNT tersebut dengan cermat dan seksama sesuai asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Dwi

 43 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of